Tokoh Intelektual Musim diMasa Daulah Bani Abbasyiah

Juni 23, 2020 by Tidak ada Komentar

Tokoh Intelektual Musim di Masa Daulah Bani Abbasyiah

Tokoh Intelektual Musim diMasa Daulah Bani Abbasyiah

Pada masa daulah Bani Abbasiyah, telah banyak tokoh-tokoh intelektual muslim yang berhasil menemukan berbagai bidang ilmu pengetahuan, antara lain yaitu :

1) Filsafat

Setelah kitab-kitab filsafat Yunani diterjemahkan ke dalam bahasa Arab, kaum muslimin sibuk mempelajari ilmu filsafat, sehingga lahir filosof dunia yang terkenal, yaitu :
Ø Abu Ishak al-Hindy (karyanya lebih dari 231 judul)
Ø Abu Nashr al-Faraby (karyanya sebanyak 12 buah)
Ø Ibnu Sina (karyanya al Syifa’, al-Qanun fil al-Thib)
Ø Ibnu Bajah
Ø Ibnu Thufail
Ø Al-Ghazali (terkenal dengan karyanya Ihya’ Ulumuddin)
Ø Ibn Rusyd (terkenal dengan Averoes di wilayah barat).

2) Kedokteran

Daulah Bani Abbasiyah telah melahirkan banyak dokter kenamaan, yaitu:
Ø Abu Zakaria Yuhana ibn Maskawaih
Ø Sabur ibn Sahal
Ø Abu Zakaria al-Razi (tokoh pertama yang membedakan cacar dengan measles)
Ø Ibnu Sina

3) Matematika

Di antara ahli matematika Islam terkenal adalah pengarang kitab al-Gebra (al-Jabar), ahli matematika yang berhasil menemukan angka nol (0).

4) Farmasi dan Kimia

Di masa para ahli farmasi dan kimia pada masa pemerintahan dinasti Bani Abbasiyah adalah Ibnu Baithar (karyanya yang terkenal adalah al-Mughni).

5) Perbintangan

Tokoh ilmu perbintangan antara lain:
Abu Manshur al-Falaky
Jabir al-Batany (pencipta teropong bintang)
Raihan al-Bairleny
Abu Ali al-Hasan ibn al-Hitami (terkenal dengan al-Hazen dalam bidang optik).

6) Tafsir dan Hadits

Ilmu tafsir yang berkembang pesat adalah tafsir al-Ma’tsur dan al-Ra’yi di antara tokoh-tokohnya adalah :
Ibnu Jarir al-Thabari (ahli tafsir al-Ma’tsur
Ibnu Athiyah al-Andalusy (ahli tafsir al-Ma’tsur)
Abu Bakar Asam (ahli tafsir al-Ra’yi)
Abu Muslim Muhammad (ahli tafsir al-Ra’yi)
Sedangkan tokoh ilmu hadits yang terkenal antara lain :
Ø Imam Bukhari
Ø Imam Muslim
Ø Ibnu Majah
Ø Abu Dawud
Ø Al-Nasa’i

7) Kalam dan Bahasa

Perdebatan para ahli mengenai dosa, pahala, surga, dan neraka serta pembicaraan mereka mengenai ilmu ketuhanan atau tauhid menghasilkan ilmu, yaitu ilmu tauhid dan ilmu kalam. Para pelopornya adalah Jaham ibnu Shafwan, Wasil bin Atha’.
Sedangkan ilmu bahasa yang berkembang pada waktu itu adalah nahwu, bayan, badi’ dan arudl.
Di antara ilmuwan bahasa yang terkenal, adalah:
Imam Sibawih (karyanya terdiri dari 2 jilid setebal 1.000 halaman)
Al-Kasai
Abu Zakaria al-Farra (kitab nahwunya terdiri dari 6.000 halaman)

Baca Juga: