Tips Budidaya Ikan Patin

Tips Budidaya Ikan Patin

Tips Budidaya Ikan Patin

Tips Budidaya Ikan Patin
Tips Budidaya Ikan Patin

Induk patin yang hendak dipijahkan sebaiknya di¬pelihara dulu secara khusus didalam sangkar terapung. Selama pemeliharaan, induk ikan diberi makanan khusus yang banyak mengandung protein.

Contohnya dengan memberikan makanan berbentuk gumpalan (pasta) dari bahan-bahan pembuat makanan ayam dengan komposisi tepung ikan 35%, dedak halus 30%, menir beras 25%, tepung kedelai 10%, serta vitamin dan mineral 0,5%. Makanan diberikan lima hari dalam seminggu sebanyak 5% setiap hari dengan pembagian pagi hari 2,5% dan sore hari 2,5%. Selain itu, diberikan juga rucah dua kali seminggu sebanyak 10% bobot ikan induk. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat kematangan gonad.

INDUK PATIN

Induk patin yang baik untuk dipijahkan adalah induk yang telah berumur antara 2,5 – 5 tahun dengan berat antara 3 – 6 Kg. Induk ukuran ini mudah ditangani, memerlukan sedikit lastic dan tingkat ovulasinya lebih , tinggi plasticm dengan induk yang lebih tua dan ber¬ukuran lebih besar.

Pemeliharaan induk jika memungkinkan dilakukan dalam beberapa kelompok dandiperlihara secara terpisah hal ini dimaksudkan agar dapat digunakan secara ber¬gantian. Pemeliharaan induk dilakukan pada kolam tanah dan dapat juga menggunakan kolam tembok dengan kepadatan 3 – 5 ekor/ m2, kualitas air ideal untuk induk suhu antara 25 – 30 oC, pH 6,0 – 8,5 dan kandungan oksigen terlarut minimal 4 mg/L.

Selama pemberian pakan dilakukan pengamatan terhadap tingkah laku makan ikan, warna dan kondisi air, kondisi kincir, aerasi dan memastikan kalau tidak ada ikan liar yang masuk kedalam kolam pemeliharaan induk. Pakan yang diberikan jangan terlalu banyak atau sampai tersisa karena akan menyebabkan turunnya kualitas air.

jenis ikan hias air tawar terindah di aquarium – Pola makan ikan terkadang tidak sama setiap harinya maka pakan yang diberikan harus dikontrol dan tercatat dengan baik baik waktu dan jumlah pemberian pakan serta jenis pakan yang diberikan. Pakan yang umum diberikan pada induk patin adalah pellet komersial dengan kadar protein 30 – 35 %. Jumlah pemberian pakan maksimum adalah 2 – 3 % dari, berat biomass dan diberikan 2 – 3 kali perhari pada pagi, sore dan atau malam hari.

 Persiapan Wadah Pemeliharaan

Wadah yang dapat digunakan untuk pemeliharaan larva yaitu akuarium, bak fiber, bak semen, atau bak kayu. Hal yang perlu diperhatikan adalah ketinggian air media pemeliharaan larva sebaiknya tidak terlalu dalam atau tinggi, idealnya adalah 20-40 cm. bila terlalu tinggi akan menyulitkan larva dalam mengambil oksigen dari udara, karena ikan patin sesekali akan mengambil oksigen dari udara meskipun kandungan oksigen terlarut dalam air  cukup karena diberikan aerasi.

Sebelum digunakan untuk pemeliharaan larva, wadah dicuci dengan deterjen hingga bersih kemudian dibilas dengan desinfektan seperti klorin, kaporit atau PK, kemudian dibilas dengan air bersih dan dibiarkan kering. Setelah benar-benar kering wadah dapat diisi dengan air bersih sebagai media pemeliharaan larva, pengisian air dilakukan sehari sebelum larva akan ditebar, kedalam wadah ditambahkan aerasi.

Panen Benih

Setelah benih berumur 15 hari, ukuran benih sekitar 3/4 inci dan siap untuk dipanen. Setelah semua larva dipanen, dihitung survival rate (survival rate = jumlah benih yang hidup dibagi jumlah larva yang ditebar x 100), jumlah artemia dan cacing yang digunakan untuk melengkapi form pemeliharaan larva. Selanjutnya benih tersebut didederkan dikolam, bak semen atau bak kayu. Bentuk kolam pendederan yang baik adalah segi empat. Untuk kegiatan pendederan ini biasanya ada beberapa kolam yaitu pendederan pertama dengan luas 25-500 m2 dan pendederan lanjutan 500-1000 m2 per petak.