Tidak semua SD melaksanakan kurikulum 2013

Tidak semua SD melaksanakan kurikulum 2013

Tidak semua SD melaksanakan kurikulum 2013

Tidak semua SD melaksanakan kurikulum 2013
Tidak semua SD melaksanakan kurikulum 2013

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud)

telah memutuskan pelaksanaan kurikulum 2013 pada tahun ajaran baru 2013/2014 mendatang.

Pelaksanaan akan dilakukan secara bertahap dimulai dari kelas satu di tiap jenjang pendidikan dan tambahan pada kelas empat untuk jenjang Sekolah Dasar (SD).

“Perkembangan kurikulum 2013 sampai saat ini sudah memasuki masa sosialisasi. Pelaksanaannya sendiri akan dilakukan mulai 2013/2014 pada kelas satu dan empat untuk SD. Namun untuk jenjang dasar, hanya akan ada 30 persen sekolah saja di seluruh Indonesia yang langsung menerapkan kurikulum baru,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY Kadarmanta Baskara Aji, di Yogyakarta, Jumat (25/1/2013).

Ditemui di ruang kerjanya, Aji menuturkan, SD

yang akan melaksanakan kurikulum 2013 mulai pertengahan tahun ini akan ditentukan kemudian.

Sedangkan untuk jenjang SMP dan SMA/SMK, kurikulum 2013 akan diimplementasikan juga hanya di kelas satu. Namun tidak seperti SD, semua sekolah untuk kedua jenjang ini serentak melaksanakan kurikulum 2013 tahun ini juga.

“Mengenai buku panduan kurikulum 2013, dari kementerian sudah menjanjikan akan memberikan dua macam yakni buku panduan bagi guru dan buku pegangan bagi para siswa. Untuk siswa SD, buku yang diberikan berdasarkan pelajaran tematik sesuai kurikulum baru, sedangkan untuk SMP dan SMA/SMK buku pegangan diberikan permata pelajaran. Buku-buku ini pun diberikan secara gratis,” ungkap Aji.

Dan menjawab kegelisahan masyarakat akan pendidikan sains dan sosial

dengan dihilangkannya mata pelajaran IPA dan IPS, dikatakan Aji, Kemendikbud telah sepakat menghadirkan kembali kedua mata pelajaran tersebut di kelas empat SD. Ini membuat siswa SD kelas 4-6 akan mendapat delapan mata pelajaran namun tetap dilaksanakan dengan metode pembelajaran tematik.

Untuk mata pelajaran teknologi informasi dan komunikasi memang dihilangkan. Alasannya TIK bukan lagi menjadi mata pelajaran, namun langsung diaplikasikan dan menjadi sarana dalam proses pembelajaran. Tapi jika memang kebanyakan siswa belum menguasai TIK, masih boleh masuk dalam pembelajaran yakni pada mata pelajaran muatan lokal,” jelasnya.

Disinggung mengenai pelatihan para guru, Aji menuturkan, pelatihan akan dimulai pada Maret 2013 mendatang. Pelatihan akan dilakukan selama enam bulan, namun masing-masing guru hanya akan menempuh pelatihan selama 52 hari. Untuk aturan bagi para guru sendiri seperti waktu mengajar minimal selama seminggu, tetap mengikuti aturan yang lama.
(maf)

 

Baca Juga :