Teori Psikodinamika

Mei 31, 2020 by Tidak ada Komentar

Teori Psikodinamika

 

            Teori Psikodinamika adalah teori yang berupaya menjelaskan hakekat dan perkembangan kepribadian. Unsur-unsur yang sangat diutamakan dalam teori ini adalah motivasi, emosi, dan aspek-aspek internal lainnya. Teori ini mengasumsikan bahwa kepribadian berkembang ketika terjadi konflik-konflik dari aspek-spek psikologi tersebut. Yang umumya terjadi pada masa kanak-kanak dini. Para teoritisi psikodinamik percaya bahwa perkembangan merupakan suatu proses aktif dan dinamis yang sangat dipengaruhi oleh dorongan-dorongan atau impuls-impuls individual yang dibawa sejak lahir serta pengalaman-pengalaman sosial dan emosional mereka. Perkembangan seorang anak terjadi pada serangkaian tahap. Pada masing-masing tahap anak mengalami konflik-konflik internal yang harus diselesaikan sebelum memasuki tahap berikutnya. Teori Psikodinamik dalam psikologi perkembangan banyak dipengaruhi oleh Sigmund Freud dan Eric Erikson.

            Kelemahan teori ini adalah tidak dapat dibuktikan secara empirc. Teori ini menitik beratkan pada perkembangan sosio-afektif. Bila dala teori ini seksualitas menduduki tempat yang utama perlu diketahui juga bahwa libido dan agresi (sebagai pernyataan nafsu mati) lalu berjalan bersama-sama. Jadi kalau seksualitas ditekan karena norma pendidikan orang tua, maka agresi akan ditekan juga. Hal ini mempunyai pengaruh yang menentukan bagi perkembangan kepribadian anak.

Mengenai perkembangan pada anak sendiri dapat di jelaskan beberapa macam perkembangan sebagai berikut, yaitu :

  1.  Perkembangan Psikoseksual / Psikoanalitis

Sigmund Freud berfikir bahwa kepribadian orang dewasa ditentukan oleh cara-cara mengatasi konflik antara sumber-sumber kesenangan oral, anal, alat kelamin, serta tuntutan-tuntutan realitas. Bila konflik ini tidak diatasi, individu dapatmengalami perasaan yang mendalam pada tahapan perkembangan sikoseksual tertentu.

Teroi Psikoanalitis dari Freud menekankan pentingnya pengalaman masa kanak-kanak awal dan motivasi dibawah sadar dalam mempengaruhi perilaku. Freud berpikir bahwa dorongan seks dan instink dan dorongan agresif adalah penentu utama dari perilaku, atau bahwa orang bekerja menurut prinsip kesenangan. Teorinya menyatakan bahwa kepribadian tersusun dari tiga komponen, yaitu: id, ego dan superego.

  • Id, merupakan aspek biologis kepribadian karena berisikan unsur-unsur bilogis, termasuk di dalamnya dorongan-dorongan dan impuls-impuls instinktif yang lebih dasar .
  • Ego, merupakan aspek psikologis kepribadian karena timbul dari kebutuhan organisme untuk berhubungan secara baik dengan dunia nyata dan menjadi perantara antara kebutuhan instinktif organisme dengan keadaan lingkungan .
  • Superego, adalah aspek sosiologis kepribadian karena merupakan wakil nilai-niali tradisional dan cita-cita masyarakat sebagaimana ditafsirkan orangtua kepada anak-anaknya melalui berbagai perintah dan larangan. Perhatian utama superego adalah memutuskan apakah sesuatu itu benar atau salah, sehingga ia dapat bertindak sesuai dengan norma-norma moral yang diakui oleh masyarakat.

Sedangkan dalam perkembangan psikoseksual anak sendiri Freud mengemukakan bahwasannya, perkembangan anak dibagi dalam beberapa tahap atau fase, yaitu:

sumber :

https://www.sudoway.id/seva-mobil-bekas/