Tak Kunjung Diwisuda, Mahasiswi Akbid Bina Daya Husada Kisaran Gelar Aksi Protes

Desember 16, 2019 by Tidak ada Komentar

Tak Kunjung Diwisuda, Mahasiswi Akbid Bina Daya Husada Kisaran Gelar Aksi Protes

Tak Kunjung Diwisuda, Mahasiswi Akbid Bina Daya Husada Kisaran Gelar Aksi Protes

Tak Kunjung Diwisuda, Mahasiswi Akbid Bina Daya Husada Kisaran Gelar Aksi Protes

Sejumlah mahasiswi jalur khusus (non-regular) program studi kebidanan jenjang D3 Akbid Bina Daya Husada

, menggelar aksi protes dengan mendatangi Kantor Tata Usaha (KTU) Akbid Bina Daya Husada di Jalan Prof HM Yamin Kisaran, Kamis (11/4).
Kedatangan mereka untuk mempertanyakan mengapa mereka tidak kunjung diwisuda, padahal perkuliahan mereka telah lama selesai.
Mahasiswi yang datang tersebut masing-masing bernama S Khasiati, Ida Royani, Delviana Br Tarigan, Mila Warni, Sri Sugiarti, Rotua Sitompul, Interusti dan Soprida Royani, diterima Direktur Akbid Bina Daya Husada Kisaran Fitri H, didampingi beberapa dosen. Pada awalnya pertemuan berjalan seperti tanya jawab biasa. Namun, ketika seorang dosen menanggapi permintaan seorang suami mahasiswi secara emosi, maka seketika mahasiswi berjumlah 8 orang itu mengamuk. Ada yang memukul meja bahkan melempar kursi, hingga kemudian emosi bisa diredakan dosen dan teman-teman mereka.

Kepada SIB, para mahasiswi eksekutif tersebut menceritakan kepanikan mereka

karena tidak kunjung di wisuda. Telah berulang kali mereka menanyakan ke pihak yayasan dan direktur, namun tidak pernah mendapat jawaban pasti. Padahal, sebut mereka, ijazah sangat dibutuhkan untuk menunjang kinerja mereka di Puskesmas.
“Sebenarnya kami sudah mengusulkan tidak usah diwisuda tidak apa-apa, asal ijazah kami keluar. Tapi inipun tidak bisa disanggupi, hingga kemudian kami datang ke sini menuntut segera dilakukan wisuda. Kalau tidak bisa juga, maka kami minta uang kami dikembalikan tidak berkurang sepeserpun,” kata mereka.

Para mahasiswi juga mengungkapkan akreditasi jurusan kebidanan jenjang D3 Akbid Bina Daya Husada

Kisaran telah lama mati yakni sejak tahun 2016. “Untuk yang mengalami seperti kami ada 28 orang, namun bisa berhadir cuma kami. Seharusnya jika sesuai jadwal, kami sudah wisuda di bulan Juni tahun lalu,” ungkap mereka.