Siswa MTs Asih Putra Dibekali Keterampilan Khusus

Siswa MTs Asih Putra Dibekali Keterampilan Khusus

Siswa MTs Asih Putra Dibekali Keterampilan Khusus

Siswa MTs Asih Putra Dibekali Keterampilan Khusus
Siswa MTs Asih Putra Dibekali Keterampilan Khusus

Selama ini madrasah dikenal sebagai sekolah agama yang definisinya di masyarakat sangat spesifik, yakni menampilkan ciri khas Islam di dalam kurikulum pembelajarannya. Perubahan definisi tersebut berimplikasi pada perubahan kurikulum, status, dan fungsi madrasah. Salah satu sekolah yang menonjolkan keIslamannya tersebut adalah Madrasah Tsanawiyah Asih Putra, yang beralamat di Jalan Cihanjuang Kecamatan Cimahi Utara.

Lia Amalia, Cimahi

KETIKA memasuki lingkungan Madrasah Asih Putra, ciri khas yang paling tampak yakni lingkungan Islami. Di Aula sebelah utara, siswa-siswi Madrasah Asih Putra ini sedang melaksanakan Shalat Berjamaah. Siswa-siswinya pun berpenampilan khas dengan kopyah bagi siswa laki-laki dan kerudung yang menutupi dada, sesuai dengan syariat Islam, bagi siswa perempuan. Begitu pun guru-gurunya, dipanggil oleh rekan kerjanya dengan panggilan ikhwan dan akhwat.
MTs Asih Putra
MTs Asih Putra
CETAK ANAK SALEH: Sejumlah siswa Madrasah Tsanawiah Asih Putra membaca Alquran di masjid sekolah.

Kepala Sekolah Asih Putra, Nurma Gerhanawati, S.S dengan penampilan bersahajanya berpendapat,

nama madrasah dipilih karena ingin membuktikan bahwa madrasah bisa menjadi sekolah unggulan dan dipercaya masyarakat. ”Pada awalnya kami ingin menepis citra madrasah. Madrasah bukan tempat belajar yang tidak berkualitas namun bisa menjadi sekolah dengan program Islami yang dapat mencetak generasi berakhlak mulia, dan kami mampu membuktikan dengan menjadikan Madrasah Tsanawiyah Asih Putra sebagai sekolah unggulan dan dipercaya masyarakat untuk menyekolahkan siswanya di tempat kami,” tuturnya.

Nurma juga menerangkan ada beberapa kurikulum khas madrasah yang dilaksanakan di Madrasah Asih Putra, salah satu kurikulum yang diunggulkan saat ini yakni tahfiz sebagai upaya melahirkan penghafal-penghafal Al-Qur’an di masa datang. ”Sampai saat ini, ada beberapa siswa yang sudah menghafal sampai Juz 25,” katanya.

Kurikulum khas yang ada di madrasah Tsanawiyah Asih Putra memang masuk dalam jam pembelajaran

sehingga berdampak pada lamanya waktu belajar, yaitu dari pukul 07.00-16.00 WIB. Untuk program Tahfiz, Madrasah Tsaniwah Asih Putra memberlakukan 3 jam pembelajaran setiap minggunya. Sedangkan 6 jam pembelajaran digunakan program khas Madrasah Asih Putra lainnya, yakni Taklik dan mahkamah yang dilaksanakan setiap bada’ Jumat.

Dalam program Taklik siswa Asih putra mempelajari kecakapan hidup (life skill), misalnya memasak,

menjahit, merajut. Nurma menambahkan, program taklik mempunyai silabus tersendiri yang disusun oleh guru Asih Putra dan di akhir program diadakan kemah alam. ”Siswa Asih putra dibekali keterampilan yang membuat mereka mandiri dan mampu menyelesaikan masalah ketika mereka berkemah di alam terbuka,” kata Nurma.

Sedangkan untuk menerapkan kedisiplinan siswa, setiap bada Jumat siswa dikumpulkan dalam satu ruangan besar. Di ruangan tersebut ada siswa yang berperan sebagai hakim mahkamah. Mereka akan membuat suatu mahkamah mengenai setiap pelanggaran terhadap peraturan sekolah.

 

Sumber :

https://www.pesawarankab.go.id/pages/sejarah-trisakti/