Sejarah Musik Dangdut Indonesia

Sejarah Musik Dangdut Indonesia

Sejarah Musik Dangdut Indonesia

Sejarah Musik Dangdut Indonesia
Sejarah Musik Dangdut Indonesia

Dangdut merupakan salah satu genre seni musik

yang berkembang di Indonesia. Bentuk musik ini berakar dari kusik Melayu pada tahun 1940-an. Dalam perkembangan menuju bentuk kontemporer banyak masuk pengaruh unsur – unsur musik indie, terutama dalam penggunaan alat musik gendang dan Arab pada suara cengkok dan harmonisai musiknya. Perubahan perkembangan musik di Indonesia membuka lebar masuknya musik barat,  dengan penggunaan gitar listrik sangat kental sekali pada musik dangdut.

 

Dangdut telah dikatakan matang pada tahun 1970-an.

Sebagai musik yang populer, dangdut sangat terbuka terhadap musik – musik yang lainnya seperti keroncong, langgam, degung, gambus, rock, pop, dan lain sebagainya.

Musik dangdut dipengaruhi oleh unsur musik India dari segi alat musiknya yaitu tabla atau gendang. Untuk cengkok dan harmonisasi lagu merujuk ke musik Arab. Musik dangdut meiliki ciri khas pada setiap alat musik pengiringnya seperti gendang, seruling, dan irama tarian yang gemulai. Musik dangdut didominasi dengan irama tarian yang ditujukan untuk para remaja. Musik dangdut memliki ciri khas dalam setiap membawakannya yaitu cengkok, lirik – liriknya dan melodi yang mendayu-dayu serta setiap cengkok – cengkoknya yang penuh dengan lengkingan pada kalimat terakhir lagunya.

 

Istilah dangdut muncul pertama kali di ungkapkan oleh (William H. Frederict, 1982)

sekitar pada tahun 1973, yang merupakan pembentukkan kata yang menirukan bunyi gendang yaitu dang dan dut.

Pada tahun 1950 lahir berbagai macam musik melayu yang dipengaruhi oleh barat. Pada tahun1960-an musik keroncong dimodernisasikan sehingga nampak terlihat elegan dari bentuk aslinya serta memberikan banyak inspirasi dari luar.

 

Dengan kondisi ini banyak menjadikan musisi – musisi

mulai mengembangkan kemampuannya, seperti seorang penyanyi Jakarta yang bernama Ellya Kadam. Beliau mengembangkan gaya nyanyian pada sebuah orkes melayu dan menciptakan suatu irama dan suara baru dengan menggunakan instrumen musik India, Arab dan gendang Indonesia, suling bambu.

Baca Juga :