RECALL DAN PRECISION DALAM SISTEM TEMU KEMBALI INFORMASI

RECALL DAN PRECISION DALAM SISTEM TEMU KEMBALI INFORMASI

RECALL DAN PRECISION DALAM SISTEM TEMU KEMBALI INFORMASI

RECALL DAN PRECISION DALAM SISTEM TEMU KEMBALI INFORMASI
RECALL DAN PRECISION DALAM SISTEM TEMU KEMBALI INFORMASI

Pendit (2008)

berpendapat bahwa OPAC sebagai mesin pencari informasi juga membawa persoalan tentang relevansi karena secanggih apapun sebuah mesin akan sulit untuk memahami rumitnya pikiran manusia. Sehingga ilmuwan berusaha untuk menciptakan formula agar bisa membuat sistem yang bisa diandalkan, mampu mengukur efektifitas sistem dalam memenuhi permintaan informasi serta dapat mengetahui informasi yang relevan dengan kebutuhan pengguna (pencari informasi) dalam sebuah sistem. Oleh sebab itu, akhirnya ilmuwan membuat rumus recall dan precision untuk mengukur efektifitas sistem temu kembali informasi.

Ingwersen yang dikutip oleh Hasugian (2006)

menjelaskan bahwa temu kembali informasi merupakan proses yang berhubungan dengan representasi, penyimpanan, pencarian dengan pemanggilan informasi yang relevan dengan kebutuhan informasi yang diinginkan pengguna (pencari informasi).

Menurut Pao yang dikutip oleh Hasugian (2006)

efektivitas dari suatu sistem temu kembali informasi adalah kemampuan dari sistem itu untuk memanggil berbagai dokumen dari suatu basis data sesuai dengan permintaan pemakai informasi. Kemampuan dari sistem tersebut mulai dari dulu hingga sekarang selalu berkaitan dengan apa yang disebut dengan istilah relevansi.

Relevansi menurut Pendit (2007)

adalah kecocokan apa yang dicari dengan apa yang ditemukan. Sedangkan menurut Bookstein yang dikutip oleh Hasugian (2006) mendefinisikan bahwa relevansi adalah relatedness, atau aboutness dan utility atau value antara dua dokumen, atau antara dokumen dengan permintaan (query).

  • relatedness, atau aboutness yaitu apabila antara dokumen dengan permintaan dikatakan terhubung (related) jika keduanya mengenai (about) sesuatu yang sama, karena keduanya merupakan entitas yang serupa dan memiliki nilai (value) atribut yang sama.
  • Utility menunjuk pada nilai atau guna suatu dokumen bagi pencari informasi.

Keterhubungan (relatedness) antara dokumen dengan permintaan (query), dan nilai (value) suatu dokumen bagi penilai bersifat subjektif. Hal itu dipengaruhi oleh latar belakang penilai dalam domain subjek yang bersangkutan.

Sedangkan, menurut Hasugian (2006)

dokumen berhubungan (related) adalah seluruh dokumen yang terambil dari database yang dinilai oleh penelusur berkaitan atau berhubungan dengan query yang dimasukkan dalam proses penelusuran. Dokumen-dokumen yang terambil tersebut merupakan dokumen yang memiliki relasi atau berhubungan dengan istilah-istilah pencarian atau query yang dimasukkan ke dalam database pada saat penelusuran dilakukan.

Sumber: https://fungsi.co.id/