Profil KH. Abdurrahman Wahid

Profil KH. Abdurrahman Wahid

Profil KH. Abdurrahman Wahid

Profil KH. Abdurrahman Wahid
Profil KH. Abdurrahman Wahid

Di samping itu Abdurrahman Wahid juga pernah menjabat Ketua Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) di Mesir, dari tahun 1964-1970, Konsultan Departemen Koperasi, Departemen Agama dan departemen Pertahanan dan Keamanan (Hankam) pada tahun 1976, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) tahun 1984-1999, Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) dari Fraksi Karya Pembangunan tahun 1987-1992, Anngota dewan Internasional Perez Center for Peace (PCP) atau Institut Shimon Perez untuk perdamaian di Tel Aviv Israil sebagai Presiden World Coerence f Relegion and Peace (WCRP0 sejak tahu 1994-1999, Anngota Komisi Agama-Agama Ibrahim di Madrid Spanyol, deklarator Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Cinganjur, Jakarta, 1998 bersama K.H Ilyas Ruhiyat, K.H Muhith Muzadi, dan K.H munasir Ali dan K.H Mustofa Bisri, Anggota MPR Utusan Golongan tahun 1999, dan sebagai Presiden Republik Indonesia 1999-2001.

Dengan membaca biografi hidupnya disebut diatas

tampak kesulitan bagi kita untuk memberikan predikaat yang tepat bagi Abdurrahman Wahid. Ada yang berpendapat bahwa Abdurrahman Wahid adalah Tokoh yang besar bertaraf Internasional dan memiliki banyak kemampuan. Keahlian dalam bidang ilmu agama Islam betaraf ulama besar, Kyai, bahkan Wali dan juga terdapat keahlian dalam ilmu pengetahuan umum dan pendidikan modern yang luas.

Gabungan dan kombinasi dari kemampuan tersebut menyebabkan beliau banyak memiliki kesempatan mengekspresikan dalam berbagai aktivitas. Sehubungan itu, peneliti terkenal dari Amerika, John Esposito bahwa berpendapat sosok Abdurrahman Wahid adalah pribadi yang mempunyai banyak teka-teki.

Dia bukan Trdisional Konserfatif sebagaimana halnya tokoh-tokoh NU di pedesaan dan juga bukan Moderenis Islam. Dia lebih tepat disebut sebagai seorang tokoh liberal. Dan sebagai pemimpin organisasi Islam yang berbasis Tradisional. Karena itu, Esposoto memasukkan Abdurrahman Wahid sebagai tokoh kunci gerakan Islam Kontenporer.

Abdrrahman Wahid sebagai ilmuan, budayawa, agamawan

yang banyak memahami pemikiran modern dari barat yang sekuler dan liberal, ternyata ia sangat taat kepada nasihat para kyai sepuh, menziarohi tempat tempat dan orang-orang yang dianggapnya tepat memberikan dukungan spiritual dan lain sebagainya, namun demikian dalam waktu yang bersamaan ia juga tidak dapat dikatakan trdisional konserfatif.

Karena tekadang ia melontarkan gagasan dan pemikiran yang selamanya tidak selalu sejalan dengan pendapat kebanyakan dari kalang ulmam nasional yang berpegang teguh dalam kitab-kitab rujukan dari imam mahzab yang empat (Hanafi, maliki, Syafi?I dan Hambali).

Keunikannya itu terletak pada sikapnya yang terkadang begitu kuat pada ulama sepuh dan hal-hal lain yang berada diluar koridor dan pardikma sikap-sikap sebagai seorang modern lebih tepatnya beliau pantas dikatakan tokoh Islam yang unik dan kontroversial.

Baca juga artikel: