POINT PENTING MATERI BIOLOGI KELAS XI IPA

Agustus 1, 2020 by Tidak ada Komentar

POINT PENTING MATERI BIOLOGI KELAS XI IPA

biologi

SEL

Tubuh makhluk hidup tersusun dari sel sebagai unit terkecil dari kehidupan.
Struktur sel terdiri atas membran, sitoplasma, dan organela.
Sitoplasma adalah cairan sel, tempat organela berada.
Organela dalam sel meliputi nukleus, retikulum endoplasma, ribosom, badan golgi, lisosom, mitokondria, kloroplas, vakuola, dan plastida.
Dinding sel, kloroplas, vakuola, dan plastida hanya ada dalam sel tumbuhan.
Nukleus berfungsi untuk mengatur segala macam aktivitas dalam sel.
Retikulum endoplasma berfungsi untuk menghubungkan selaput luar inti dengan sitoplasma dan transpor protein yang disintesis dalam ribosom.
Ribosom berfungsi untuk sintesis protein.
Badan Golgi berfungsi untuk proses sekresi dan menghasilkan lisosom.
Lisosom berfungsi untuk imunitas.
Mitokondria berfungsi sebagai tempat respirasi sel atau sebagai pembangkit energi.
Kloroplas berfungsi untuk menghasilkan klorofil dan karotenoid pada tumbuhan.
Vakuola berfungsi untuk menyimpan cadangan makanan pada tumbuhan.
Plastida berfungsi untuk menghasilkan pigmen warna, antara lain klorofil, xantin, dan xantofil.
Antara sel satu dengan yang lain terdapat hubungan sehingga memungkinkan adanya transpor zat.
Transpor zat melewati membran sel melalui berbagai mekanisme, antara lain melalui proses difusi, osmosis, transport aktif, endositosis, dan eksositosis.

JARINGAN TUMBUHAN DAN HEWAN

Jaringan tumbuhan terdiri atas jaringan meristem dan jaringan dewasa.
Jaringan meristem merupakan jaringan yang aktif membelah, sedangkan jaringan dewasa merupakan jaringan permanen, tidak mengalami pembelahan lagi dan telah berdiferensiasi.
Jaringan meristem terdiri atas meristem primer dan meristem sekunder.
Jaringan meristem primer adalah jaringan muda yang berasal dari sel-sel embrio, sedangkan meristem sekunder adalah jaringan dewasa yang berubah menjadi meristem.
Jaringan dewasa terdiri atas epidermis, parenkim, penyokong, dan pengangkut.
Epidermis merupakan jaringan terluar yang kadang-kadang berdiferensiasi membentuk trikoma.
Jaringan parenkim terdiri atas parenkim asimilasi, udara, air, makanan, dan pengangkut.
Jaringan penyokong terdiri atas kolenkim dan sklerenkim.
Jaringan pengangkut terdiri atas xilem dan folem.
Xilem berfungsi untuk mengangkut unsur hara dan air dari tanah menuju daun.
Floem berfungsi untuk mengangkut hasil asimilasi (makanan) dari daun ke seluruh tubuh.
Organ tumbuhan terdiri atas akar, batang, dan daun.
Jaringan hewan tersusun dari jaringan epitel, konektif, otot, dan saraf.
Jaringan epitel terdiri atas epitel pipih berlapis tunggal, epitel pipih berlapis banyak, epitel kubus berlapis tunggal, epitel kubus berlapis banyak, epitel silindris berlapis tunggal, epitel silindris berlapis banyak, epitel transisional, dan epitel kelenjar.
Jaringan otot terdiri atas otot lurik, otot polos, dan otot jantung.
Jaringan konektif terdiri atas jaringan pengikat, penunjang, darah dan limfe, serta jaringan penghubung berserat/lemak.
Jaringan saraf terdiri atas jaringan sensorik, motorik, dan konektor.

SISTEM GERAK MANUSIA

Sistem gerak pada manusia meliputi rangka (skeleton) dan otot.
Rangka dibedakan menjadi skeleton aksial dan skeleton apendikuler.
Skeleton aksial terdiri atas tulang-tulang tengkorak, ruas tulang belakang, tulang iga atau rusuk, dan tulang dada, sedangkan skeleton apendikuler terdiri atas tulang pinggul, bahu, lengan, telapak tangan, tungkai dan telapak kaki.
Berdasarkan jenisnya, tulang dibedakan menjadi 2, yaitu tulang rawan dan tulang sejati.
Tulang sejati, dilihat dari matriksnya terdiri atas tulang kompak dan tulang spons.
Berdasarkan bentuknya, tulang dibedakan menjadi 3, yaitu tulang pipa, tulang pipih, dan tulang pendek.
Hubungan antartulang disebut persendian atau artikulasi.

Sendi yang menyusun tubuh dibedakan menjadi 3, yaitu amfiartrosis, sinartrosis, dan diartrosis. Amfiartrosis merupakan sendi yang gerakannya amat terbatas, sinartrosis merupakan sendi yang tidak memungkinkan ada gerakan, sedangkan diartrosis merupakan sendi yang memungkinkan banyak gerakan.
Diartrosis terdiri atas sendi peluru, pelana, engsel, putar, dan sendi luncur.
Otot merupakan alat gerak pasif dan memiliki karakteristik, antara lain kontraktibilitas, ekstensibilitas, dan elastisitas.
Gerakan antagonis otot meliputi abduksi, adduksi, ekstensi, fleksi, supinasi, pronasi, depresi, dan elevasi.
Berdasarkan perlekatannya, otot terdiri atas origo dan insersi.
Jenis-jenis otot antara lain yaitu otot lurik, otot polos, dan otot jantung.


SUMBER : RUMUSGURU.COM