Perilaku Kelompok

Juli 5, 2020 by Tidak ada Komentar

Perilaku Kelompok

Kelompok didefinisikan sebagai dua individu atau lebih, yang berinteraksi dan saling bergantung untuk mencapai sasaran-sasaran tertentu. Kelompok dapat bersifat formal maupun informal. Kelompok formal adalah kelompok yang ditetapkan oleh struktur organisasi, dengan penegasan yang ditunjuk untuk menjalankan tugas-tugas. Dalam kelompok  Dalam kelompok formal, perilaku-perilaku yang seharusnya dtunjukkan dalam kelompok ditentukan oleh dan diarahkan untuk tujuan organisasi.

Kelompok-kelompok sering terbentuk karena masing-masing anggota mempunyai satu atau lebih karakteristik yang sama. Kami menyebut formasi ini kelompok persahabatan persekutuan social, yang sering dikembang luaskan dari situasi kerja.

  1. Tahap-Tahap Perkembangan Kelompok

* Tahap Pembentukan (forming): Tahap pembentukan ini dicirikan oleh banyak sekali ketidakpastian mengenai maksud, struktur dan kepemimpinan kelompok. Para anggota menguji coba untuk menentukan tipe-tipe perilaku apakah yang diterima baik.

* Tahap Keributan (storming): Tahap Keributan adalah tahap konflik di dalam kelompok. Para anggota menerima baik eksistensi kelompok, tetapi melawan kendala-kendala yang dikenakan oleh kelompok terhadap individualis.

*  Tahap Penormaan (norming): Tahap Penormaan adalah tahap dimana hubungan yang karib dan kelompok memperagakan kesalingtarikan. Sekarang ada rasa yang kuat akan identitas kelompok dan persahabatan.

*  Tahap Pelaksanaan (performing): Pada titik ini struktur itu telah sepenuhnya fungsional dan diterima baik. Energi Kelompok telah bergeser dari mencoba mengerti dan memahami satu sama lain ke kepelaksanaan tugas di depan mata.

*  Tahap Penundaan (adjourning): Dalam tahap ini, kelompok mempersiapkan pembubaran. Kinerja tugas tinggi tidak lagi merupakan prioritas puncak kelompok itu. Sebagai gantinya, perhatian diarahkan ke penyelesaian aktivitas. Respon anggota kelompok beraneka dalam tahap ini.

  1. Karakteristik kepribadian

Kesimpulan umum adalah bahwa atribut yang cenderung, mempunyai konotasi positif dalm budaya kita cenderung berhubungan positif terhadap produktifitas, semangat dan kekohesian kelompok. Ini mencangkup ciri-ciri seperti misalnya kemahiran bergal, inisiatif, keterbukaan dan kelenturan. Konrtras dengan itu, karakteristik yang dievaluasi secara negative seperti misalnya otoritariarisme, dominasi dan tidakkonvensionalan cenderung berhubungan secara negative dengan variabel-variabel bergantung. Ciri-Ciri kepribadian ini mempengaruhi bagaimana individu itu berinteraksi dengan anggota kelompok yang lain.

  1. Stuktur Kelompok

Kelompok kerja gerombolan yang tidak terorganisasi. Kelompok kerja mempunyai suatu struktur yang membentuk perilaku anggotanya dan memungkinkan untuk menjelaskan dan meramalkan bagian besar dari perilaku individual di dalam kelompok itu sendiri.

  1. Peran

Semua anggota adalah aktor, masing-masing memainkan suatu peran. Yang kami maksud dengan istilah ini adalah seperangkat pola perilaku yang diharapkan dikaitkan pada seseorang yang menduduki suatu posisi tertentu dalam suatu unit.

 

Sumber :

https://callcenters.id/