Penyandang Tunanetra Berharap Aplikasi Braille Diperbarui

Agustus 25, 2019 by Tidak ada Komentar

Penyandang Tunanetra Berharap Aplikasi Braille Diperbarui

Penyandang Tunanetra Berharap Aplikasi Braille Diperbarui

Penyandang Tunanetra Berharap Aplikasi Braille Diperbarui

Mengenal tulisan merupakan hal lumrah bagi setiap orang di muka bumi ini.

Tetapi tidak dengan tulisan yang menggunakan huruf braille. Tulisan yang hanya diketahui melalui sentuhan ini, cuma dimengerti oleh penyandang tunanetra. Seiring perkembangan zaman, aplikasi modern untuk memudahkan tunanetra dalam memahami pengetahuan menggunakan braille pun sangat dibutuhkan.

Guru Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) A Kota Bandung yang juga penyandang tunanetra, Dida Kusdana mengakui, aplikasi untuk mengetik di microsoft word bagi kaum tunanetra masih belum diperbarui. Seperti pada aplikasi Braille Conveter yang mengubah tulisan dari microsoft word ke berkas cetak braille, masih belum bisa digunakan karena perkembangan aplikasi yang terkesan lambat.

“Walaupun belum disempurnakan, tetapi aplikasi tersebut tetap digunakan karena

ada simbol matematika yang tidak bisa ter-convert secara mudah dan tidak terjemahkan. Kami penyandang tunanetra berharap aplikasi ini bisa lebih disempurnakan oleh stakeholder andal,” ujarnya saat dihubungi, Senin (29/4/2019).

Dalam mengoperasikan laptop atau personal computer, lanjutnyapara tunanetra

dibantu dengan screen reader. Sistem kerjanya, screen header berperan sebagai pembaca layar sehingga dapat didengarkan oleh tunanetra melalui handsfree.

“Nah, di sinilah penyandang tunanetra bisa mengoperasikan laptop. Hal tersebut sudah cukup membantu, tetapi alangkah lebih baik bila ada aplikasi dimana tulisan di microsoft word sudah otomatis terjemah dengan huruf braille. Namun, saya mengakui prosesi ini membutuhkan waktu lama dan tentu biayanya tidak sedikit,” tuturnya sambil tersenyum.

Dida menyebutkan, program yang membantu membaca komputer dan laptop adalah Note Visual Dekstop Audio (NVDA). Dengan program tersebut, anak-anak tunanetra yang tersebar di Nusantara dapat mengikuti perkembangan zaman, termasuk mengoperasikan komputer secara mandiri.***

 

Baca Juga :