Penyajian dan Interprestasi Cuaca, Rumus Empiris Dalam Perkiraan Unsur Cuaca dan Homogenitas Data Cuaca

Penyajian dan Interprestasi Cuaca, Rumus Empiris Dalam Perkiraan Unsur Cuaca dan Homogenitas Data Cuaca

Penyajian dan Interprestasi Cuaca, Rumus Empiris Dalam Perkiraan Unsur Cuaca dan Homogenitas Data Cuaca

 

Penyajian dan Interprestasi Cuaca, Rumus Empiris Dalam Perkiraan Unsur Cuaca dan Homogenitas Data Cuaca

PENYAJIAN dan INTERPRETASI DATA IKLIM / CUACA

Tujuan

  1. Menganalisis data unsur iklim / cuaca.
  2. menyajikan dan menafsirkan data unsur iklim / cuaca.

Dasar Teori

Suatu ketika seseorang akan mengumpulkan data, terlebih dahulu harus diketahui untuk apa data-data itu dikumpulkan ? Apakah data tersebut hanya sekedar mengetahui (memperoleh gambaran) mengenai suatu keadaan atau untuk memecahkan suatu persoalan. Tujuan mengumpulkan data selain untuk mengetahui jumlah dan banyaknya unsur, juga ingin mengetahui karakteristik daripada unsur tersebut.

Pada umumnya data seseorang pengamat masih merupakan angka-angka yang belum berbentuk data cuaca / iklim yang baik, hasil pencatatan tersebut masih harus diolah lebih lanjut menjadi data cuaca yang siap pakai. Pengamatan di lapangan masih berupa lembar catatan-catatan sementara. Lembaran itu nantinya akan disalin dalam buku data cuaca.

 

RUMUS EMPIRIS DALAM PERKIRAAN UNSUR IKLIM/CUACA

Tujuan :

Melatih mahasiswa mengetahui beberapa rumus –rumus empiris hubungan beberapa unsur iklim/cuaca

Melatih mahasiswa memperkirakan data unsur iklim/cuaca berdasarkan data iklim/cuaca tersendiri.

Teori Dasar

Banyak faktor yang berpengaruh terhadap perubahan cuaca, baik dalam skala kecil maupun besar. Faktor-faktor itu semakin banyak dan komplek hubungan kait-mengkaitnya jika memperhitungkan pengaruh kegiatan manusia.

Perubahan iklim tersebut berpengaruh terhadap sktor pertanian bahkan sistem produksi pangan dunia akan berubah dengan berubahnya pola iklim/cuaca, hal tersebut harus diperhitungkan dalam perencanaan pangan, tidak hanya dalam skala global tetapi lebih dari itu harus ada tindakan lokal yang sepesifik untuk menganisipasi itu.

Salah satu hal yang pentinguntuk memperkirakan unsur cuaca dari suatu wilayah dan yang mempunyai data terbatas adalah menggunakan rumus empiris, data meteorologinya sangat kurang atau belum ada. Oleh semua hubungan antara unsur cuaca yang satu dengan yang lainnya adalah penting untuk memperkirakan salah satu data meteorologi apabila data tersebutbelum diamati.

 

HOMOGENITAS DATA IKLIM/CUACA

Tujuan

Melatih mahasiwa agar dapat menentukan homogenitas data temperatur dan hujan

Teori Dasar

Data iklim/cuaca (temperatur dan hujan) sebelum digunakan dalam analisis lebih lanjut, harus lebih dahulu diuji terlebih dahulu homogenitasnya atau konsistensinya. Pencatatan data iklim sering mengalami penyimpangan dan kesalahan. Hal itu disebabkan oleh beberapa hal :

  1. kerusakan alat : kerusakan alat pencatat data iklim merupakan kerusakan atau perubahan beberapa fungsi alat karen perubahan alami, seperti karatan atau karena umur pakai dsb. Kerusakan-kerusakan itu sering tidak terdeteksi sehingga data yang dihasilkan mengalami penyimpangan.
  2. Kesalahan karena perubahan letak peralatan. Perubahan letak itu menyebabkan perubahan fungsi ruang terhadap data pengamatan
  3. Kesalahan karena keteledoran/kelelahan pengamat. Kesalahan itu sering terjadi karena pengamatan mengalami kesulitan untuk melakukan pencatatan data seperti karena hujan lebat gempa bumi dsb.
  4. Data rusak atau data hialang dan
  5. Perubahan keadaan lingkungan yang mendadakmemungkinkan menjadi penyebab perubahan data pengukuran.

 

Pengujian Data Temperatur

Pengujian data temperatur/suhu yang homogen dilakukan dengan uji Run Test Rerata temperatur tahunan dihitung kemudian dibandingkan dengan rerata temperatur secarakeseluruhan selama tahun pengamatan. Avertebrata Apabila rerata tahunan lebih besar dari pada rerata keseluruhan maka diberi tanda (+) dan sebaliknya diberi tanda (-). Jumlah pasangan tanda (+) dan (-) dihitung dan diberi tanda (U). data temperatur sudah homogen bila nilai (U) masih dalam batas seperti dalam.