Penggolongan Berdasarkan Pendekatan Kepada Sasaran

Penggolongan Berdasarkan Pendekatan Kepada Sasaran

Penggolongan Berdasarkan Pendekatan  Kepada Sasaran

Penggolongan Berdasarkan Pendekatan Kepada Sasaran

Metode berdasarkan pendekatan perorangan   

Dalam metode ini, penyuluh berhubungan secara langsung maupun tidak langsung dengan sasarannya secara perorangan. Metode perorangan atau personal approach menurut Kartasaputra (Setiana, 2005), sangat efektif digunakan dalam penyuluhan karena sasaran dapat secara langsung memecahkan masalahnya dengan bimbingan khusus dari penyuluh. Adapun jika dilihat dari segi jumlah sasaran yang ingin dicapai, metode ini kurang efektif karena terbatasnya jangkauan penyuluh untuk mengunjungi dan membimbing sasaran secara individu. Metode pendekatan individu akan lebih tepat digunakan dalam mendekati tokoh-tokoh masyarakat yang berpengaruh ataupun pada golongan petani atau peternak yang menjadi panutan masyarakat setempat.

Menurut Van den Ban dan Hawkins (1999), metode pendekatan perorangan pada hakikatnya adalah paling efektif dan intensif dibanding metode lainnya, namun karena berbagai kelemahan di dalamnya, maka pendekatan ini jarang diterapkan pada program-program penyuluhan yang membutuhkan waktu yang relatif cepat. Dalam hal ini para penyuluh berhubungan secara langsung maupun tidak langsung dengan sasaran secara perorangan.Contohnya :

  1. Kunjungan ke rumah petani, ataupun petani berkunjung kerumah penyuluh dan kekantor.
  2. Surat menyurat secara perorangan.
  3. Demonstrasi pilot.
  4. Belajar perorangan, belajar praktek.
  5. Hubungan telepon
  6. b)Metode berdasarkan pendekatan kelompok

Dalam metode pendekatan kelompok, penyuluh berhubungan dengan sasaran penyuluhan secara kelompok. Metode pendekatan kelompok atau group approach menurut Kartasaputra (Setiana, 2005) cukup efektif, dikarenakan petani atau peternak dibimbing dan diarahkan secara kelompok untuk melakukan sesuatu kegiatan yang lebih produktif atas dasar kerja sama. Dalam pendekatan kelompok banyak manfaat yang dapat diambil, di samping dari transfer teknologi informasi juga terjadinya tukar pendapat dan pengalaman antar sasaran penyuluhan dalam kelompok yang bersangkutan.

Metode kelompok pada umumnya berdaya guna dan berhasil guna tinggi. Metode ini lebih menguntungkan karena memungkinkan adanya umpan balik, dan interaksi kelompok yang memberi kesempatan bertukar pengalaman maupun pengaruh terhadap perilaku dan norma para anggotanya. Dalam hal ini penyuluh berhubungan dengan kelompok sasaran Contohya :

  1. pertemuan (contoh : di rumah, di saung, di balai desa, dan lain-lain.
  2. Perlombaan.
  3. Demonstrtasi cara/hasil.
  4. Kursus tani.
  5. Musyawarah/diskusi kelompok/temu karya.
  6. Karyawisata.
  7. Hari lapangan petani (farm field day).

Ciri khusus metode kelompok :

  1. Menjangkau lebih banyak sasaran
  2. Penyatuan pengalaman petani
  3. Memperkuat pembentukan sikap petani
  4. Pertemuan dapat diulang
  5. Keterlibatan petani bisa lebih aktif
  6. c)Metode berdasarkan pendekatan massal

Metode pendekatan massal atau mass approach

Sesuai dengan namanya, metode ini dapat menjangkau sasaran dengan jumlah yang cukup banyak. Dipandang dari segi penyampaian informasi, metode ini cukup baik, namun terbatas hanya dapat menimbulkan kesadaran dan keingintahuan semata. Hal ini disebabkan karena pemberi dan penerima pesan cenderung mengalami proses selektif saat menggunakan media massa sehingga pesan yang diampaikan mengalami distorsi (Van den Ban dan Hawkins, 1999). Termasuk dalam metode pendekatan massal antara lain adalah rapat umum, siaran radio, kampanye, pemutaran film, penyebaran leaflet, folder atau poster, surat kabar, dan lain sebagainya.

 

Sumber : https://www.sekolahbahasainggris.co.id/