Pengertian Modernisasi Secara Islam

Juni 13, 2020 by Tidak ada Komentar

Pengertian Modernisasi Secara Islam

Modernisasi dalam islam dimaknai sebagai “upaya menafsirkan islam melalui pendekatan rasional untuk menyesuaikannya dengan perkembangan zaman dengan melakukan adaptasi dengan perubahan-perubahan yang terjadi di dunia modern yang berlangsung.

Tanggapan kaum muslim terhadap kemajuan yang diberikan oleh negara barat yang seriang disebut modern itu berbeda-beda. Karena tidak bisa di pungkiri lagi kemajuan Barat dalam segala bidangnya sebagai indikasi sederhana bahwa “genderang” modernisasi yang “ditabuh” di dunia Islam tidak dapat dipisahkan dari mata rantai dan tranmisi terhadap prestasi kemajuan yang diukir oleh dunia Barat. Baik modernisasi yang dilakukan hari ini sebagai  langkah negara barat yang ingin menguasai negara dan meyebarkan ideologinya. Sebagaimana contoh dalam pendidikan barat modern dianggap sebagai  sesuatu yang asing, berlebihan dan mengancam kepercayaan agama. Kaum Muslim tidak perlu jauh-jauh dalam menemukan orang-orang Eropa yang mempunyai pendapat yang memperkuat rasa takut  mereka. seorang penulis Inggris yaitu William Wilson Hunter berkata: “Agama-agama di Asia yang begitu agung akan berubah bagaikan batang kayu yang kering jika berhubungan dengan kenyataan dinginnya ilmu-ilmu pengetahuan Barat”

2.4  Kemoderenan Dilihat Dari Persepktif Kebudayaan dan Filsafat

Dari segi kebudayaan, kemoderenan dapat dilihat dari tahapan-tahapan perkembangan kebudayaan manusia sebagaimana diteorikan oleh C.A Van Peursen, menurutnya perkembangan kebudayaan manusia terjadi melalui tiga tahapan, yaitu : tahao mistis, tahap ontologis, dan tahap fungsionil. Secara sederhana, ketiga tahapan ii sebagi beikut:

  1. Tahap mistis

Yaitu tahap kebudayan diman manusia pada saat itu dikepung oleh kekuata-kekuatan gaib yang ada disekitar. Seperti kekuasaa dewa-dewa dan kekuatan-kekuatan gaib disekitarnya dalam menjalankan aktifitas sehari-hari manusia banyak memuja kekuatan-kekuatan ini. Semua kejadian alam selalu dihubugkan dengan kekuatan-kekuatan gab. Bahkan manusia tergantung dan menyerahkan nasibnya pada kekuatan-kekuatan ini.

sumber :