pengertian khutbah,dakwah dan tablig

November 19, 2019 by Tidak ada Komentar

pengertian khutbah,dakwah dan tablig

pengertian khutbah,dakwah dan tablig

pengertian khutbah,dakwah dan tablig

Pengertian Khutbah

– Khutbah berasal dari bahasa arab خـَطَـبَ – يـَـخْــطُـبُ – خـُـطْـبـَـة yang berarti, menyeru, memdiberi nasehat, memberikan pidato, orasi yang didalamnya terkandung nasehat.
Khotbah secara istilah artinya berpidato didepan audiens dalam rangka menyeru dan memberikan nasehat. Dalam pemakaian bahasa sehari-hari, kata “khotbah” sering dipakai untuk menyebut pidato-pidato yang terkait dengan ritual ibadah tertentu, menyerupai sholat jum’at, sholat idul fitri dan idul adha.

Pengertian Tabligh

– Tablig, berasal dari bahasa arab بَـلـَـغَ – يــبـلغ تَبْلـِـيـْـغـًـا yang berarti, memberikan sesuatu.
Tablig secara istilah, memberikan sebuah nasehat atau kebaikan kepada orang lain, dalam pemakaian bahasa kita sehari-hari, kata tablig sering disebut dengan istilah ceramah keagamaan yang bersifat umum. Kadang kita mendengar istilah tablig akbar, artinya ceramah besar, yang dapat jadi ceramah itu dilaksanakan dalam momen yang besar, atau memang yang memberikan ceramah itu yakni orang yang tingkat keilmuannya sudah tinggi dalam kepastian jumlah audien datau pendengar yang sangat banyak atau besar.

Baca Juga: Ayat Kursi

Pengertian Dakwah

– Dakwah beasal dari bahasa arab, دَعـَـا – يَـدْ عُــوْ – دَعْــوَة artinya menyeru, memanggil, mengajak.
Dakwah berdasarkan istilah, menyeru atau mengajak orang lain untuk berbuat kebaikan. Dalam teori komunikasi dakwah, dakwah dapat dikategorikan menjadi dua macam :

a. Dakwah bil qaul, artinya menyeru orang lain untuk berbuat kebaikan dengan memakai bahasa verbal (ucapan). Dalam bahasa yang lain dakwah bil qaul yakni mengajak dengan kata-kata, termasuk dalam kategori ini yakni pidato, ceramah dan lain sebagainya.

b. Dakwah bil hal artinya menyeru orang lain untuk berbuat kebaikan dengan cara mempersembahkan teladan perbuatan dan keteladanan, contohnya dikala seseorang ingin mengajak orang lain semoga dapat melakukan sholat berjamaah, maka diri senantiasa mempersembahkan teladan keteladanan terlebih lampau dengan konsisten melakukan sholat berjamaah, jadi mengajak bukan dengan kata-kata aakan tetapi dengan perbuatan yang nyata.

Dari ketiga metode tersebut diatas, maka maksud dan tujuannya yakni sama yakni menyeru insan untuk berbuat kebaikan dan kebenaran serta mengajaknya untuk tetap berada dijalan yang penuh dengan ridha Allah.