Pengertian Kerukunan Dalam Islam

Pengertian Kerukunan Dalam Islam

Pengertian Kerukunan Dalam Islam

Pengertian Kerukunan Dalam Islam
Pengertian Kerukunan Dalam Islam

Masyarakat yang rukun

yaitu masyarakat yang senantiasa menjaga kebersamaan dengan saling mempersembahkan rasa kondusif tanpa ada huru hara, saling mempersembahkan rasa nyaman tanpa ada yang mengganggu satu dengan yang lainnya. Dalam bahasa agama kerukunan sering di istilahkan dengan sakinah yang artinya tenang dan tentram.

Hidup rukun

yaitu dambaan setiap insan yang terlahir ke dunia. Orang yang tidak bisa mencicipi hidup rukun, maka dirinya tidak akan pernah mencicipi nikmat dan bahagianya hidup di dunia. Oleh lantaran itu sudah menjadi fitrah bagi insan untuk hidup dengan penuh kerukunan.

Islam

yaitu agama tenang dan menyayangi kedamaian, Islam senantiasa membimbing ummatnya untuk selalu bisa menjaga kerukunan antara satu individu dengan individu lainnya. Dalam fatwa agama islam bahwa tiruana insan itu bersaudara tanpa memandang perbedaan.

Hal ini dikemukakan dalam Al-Qur’an pada surah Al-Hujuraat ayat 10:
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

“Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, lantaran itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertaqwalah kepada Allah biar engkau mendapat rahmat” (Q.S.Al-Hujurat ayat 10)
Dalam keterangan yang lain wacana kerukunan, Rasulullah saw., menggambarkan dalam sabdanya bagaimana seorang muslim yang bersaudara dan menjunjung tinggi kerukunan dalam bermasyarakat sebagaimana Rasulullah saw bersabda :

عَنْ أَبِي مُسَى عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أِنَّ الْمُؤْمِنَ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا وَشَبَّكَ أَصَابِعَهُ. (أخرجه البخاري)

Artinya: “abu musa meriwayatkan, nabi saw bersabda: “kaum mukmin yaitu bersaudara satu sama lain menyerupai (bagian-bagian dari) suatu bangunan satu bab memperkuat bab lainnya.” dan ia menyelibkan jari-jari disatu tangan dengan tangan yang lainnya biar kedua tangannya tergabung.” (HR. Bukhori)

. حدثنا هناد حدثنا أبو معاوية عن ابن أبي ليلى وحدثنا سفيان بن وكيع حدثنا حميد بن عبد الرحمن الرواسي عن ابن أبي ليلى عن عطية عن أبي سعيد قال قال رسول الله صلى الله عليه و سلم من لم يشكر الناس لم يشكر الله. وفي الباب عن ابي هريرة بن قيس و النعمان بن بشير. قال أبو عيسى هذا حديث حسن صحيح – الترمذي

Artinya:Telah menceritakan kepada kami Hannad, sudah menceritakan kepada kami Abu Mu’awiyah dari Ibnu Abu Laila (dalam riwayat lain). Dan sudah menceritakan kepada kami Sufyan bin Waki’, sudah menceritakan kepada kami Humaid bin Abdurrahman Ar Ruwasi dari Ibnu Abu Laila dari ‘Athiyyah dari Abu Sa’id ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Siapa yang tidak bersyukur kepada manusia, berarti ia belum bersyukur kepada Allah.” Hadits semakna juga diriwyakan dari Abu Hurairah, Al Asy’ats bin Qais dan An Nu’man bin Basyir. Abu Isa berkata; Ini yaitu hadits hasan shahih”. (Turmudzi)

حدثنا محمد بن أبي يعقوب الكرماني حدثنا حسان حدثنا يونس حدثنا محمد عن أنس بن مالك رضي الله عنه قال سمعت رسول الله صلى الله عليه و سلم يقول مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ أَوْ يُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ – بخاري

Artinya:“Telah menceritakan kepada kami dari Muhammad Bin Abi Ya’kub Al-Kurmani Dari Hasan Dari Yusuf , Muhammad bin Zuhri Anas bin Malik berkata” Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: Barang siapa yang ingin dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi”. (Bukhari)

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم : لاَ تَحَاسَدُوا وَلاَ تَنَاجَشُوا وَلاَ تَبَاغَضُوا وَلاَ تَدَابَرُوا وَلاَ يَبِعْ بَعْضُكُمْ عَلَى بَيْعِ بَعْضٍ وَكُوْنُوا عِبَادَ اللهِ إِخْوَاناً . الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لاَ يَظْلِمُهُ وَلاَ يَخْذُلُهُ وَلاَ يَكْذِبُهُ وَلاَ يَحْقِرُهُ . التَّقْوَى هَهُنَا -وَيُشِيْرُ إِلَى صَدْرِهِ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ – بِحَسَبِ امْرِئٍ مِنَ الشَّرِّ أَنْ يَحْقِرَ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ، كُلُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ حَرَامٌ دَمُهُ وَمَالُهُ وَعِرْضُهُ [رواه مسلم]

Artinya: Dari Abu Hurairah “Kamu sekalian, satu sama lain Janganlah saling mendengki, saling menipu, saling membenci, saling menjauhi dan tidakbolehlah membeli barang yang sedang ditawar orang lain. Dan jadilah engkau sekalian hamba-hamba Allah yang bersaudara. Seorang muslim itu yaitu saudara bagi muslim yang lain, maka dihentikan menzhaliminya, menelantarkannya, mendustainya dan menghinakannya. Taqwa itu ada di sini (seraya menunjuk dada ia tiga kali). Seseorang sudah dikatakan berbuat jahat jikalau ia menghina saudaranya sesama muslim. Setiap muslim haram darahnya bagi muslim yang lain, demikian juga harta dan kehormatannya”. HR. Muslim

Baca Juga: