Pengertian Dampak Negatif Kebudayaan Asing

Pengertian Dampak Negatif Kebudayaan Asing

Pengertian Dampak Negatif Kebudayaan Asing

Pengertian Dampak Negatif Kebudayaan Asing
Pengertian Dampak Negatif Kebudayaan Asing

 

Pengertian Dampak Negatif Kebudayaan Asing terhadap Kebudayaan Lokal

Pasal 4 huruf c menyebutkan bahwa dampak negatif kepariwisataan adalah “terkontaminasinya nilai budaya lokal oleh budaya asing…yaitu adanya percampuran budaya negatif antara wisatawan dengan masyarakat setempat”. Mengenai isu ini, perlu dipastikan apakah kepariwisataan memang dapat menimbulkan dampak negatif ditinjau dari aspek kebudayaan, dan jika ya, bagaimana bentuk dampak negatif tersebut. Di samping itu, karena telah dicantumkan frasa “budaya negatif”, maka perlu diketahui pula apakah memang ada fenomena “budaya negatif”.

Pada dasarnya, kebudayaan dibentuk untuk menjamin kelangsungan hidup

manusia yang mendukung kebudayaan tersebut. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa sebenarnya tidak ada istilah “budaya negatif”, karena menurut pendukungnya kebudayaan selalu bersifat positif. Hal tersebut diungkapkan oleh W.A. Haviland dkk. bahwa: “In short, a culture is essentially a maintenance system to ensure the continued well-being of a group of people. Therefore, it may be deemed successful as long as it secures the survival of a society in a way that its members find to be reasonably fulfilling” (Haviland et.al., 2008: 35, 40). Perbedaan kebudayaan yang kemudian muncul di antara bangsa-bangsa sangat dipengaruhi oleh faktor kondisi alam dan kondisi sosial masyarakat itu sendiri (Kendal, 2007: 89; Parvis, 2006: 20).

Berkaitan dengan uraian tersebut di atas, sebaiknya frasa “budaya negatif”

dihilangkan dan kalimat Pasal 4 huruf c diganti sehingga berbunyi: “terkontaminasinya nilai budaya lokal oleh budaya asing…yaitu imitasi kebudayaan wisatawan oleh sebagian anggota masyarakat setempat yang menimbulkan gejolak berkepanjangan di dalam kehidupan masyarakat tersebut”. Hal ini disebabkan bahwa dalam kenyataan, kepariwisataan memang dapat menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat setempat jika tidak dikelola secara baik dan benar. Beberapa di antara dampak negatif yang dapat ditimbulkan tersebut antara lain adalah: tingkat ketergantungan yang sangat tinggi terhadap kepariwisataan sehingga masyarakat setempat kehilangan kemampuannya untuk mandiri

(McKercher dan du Cross, 2002: 60);

perilaku wisatawan yang menyinggung adat istiadat (atau aturan agama) setempat (McKercher dan du Cross, 2002: 61; Hitchcock, 1997: 103-104); terganggunya kenyamanan masyarakat setempat akibat kepariwisataan (Smith, 2003: 78); berkembangnya hubungan “majikan dan bawahan” karena masyarakat setempat dibayar dengan upah yang rendah untuk melayani wisatawan (Hitchcock, 1997: 99); kemungkinan adanya upaya untuk menghambat perkembangan masyarakat setempat, jika daya tarik wisatanya berbentuk kehidupan tradisional mereka (Cole, 2008: 211); relokasi masyarakat setempat (secara paksa) dalam rangka pengembangan kepariwisataan (Chambers, 1997: 187); dan sebagainya.

 

Baca Juga :