pemerintahan Rasul khusunya dalam era periodisasi Islam

September 8, 2020 by Tidak ada Komentar

PERKEMBANGAN PERADABAN ISLAM MASA AMIR AL-MUKMINI UMAR BIN KHATAB

Keadaan Masyarakat

Ada banyak hal yang diubah pada masa pemerintahan Rasul khusunya dalam era periodisasi Islam, diantaranya yaitu pada bidang agama, sosial, politik, dan budaya.
a. Agama
Walaupun tidak berpengaruh besar, namun Yahudi dan Nasrani telah berkembang jauh sebelum Islam lahr di Mekkah. Kuatnya paganisme yang berkembang dalam keberagaman mereka. Hal ini merupakan penggabungan antara vetieisme, toteisme dan animisme. Namun ada pula yang menganut ajaran hanif dari nabi Ibrahim a.s.
Di sinilah Islam membawa dan mengarahkan bangsa Arab untuk memiliki keimanan yang proporsional kepada Allah SWT. Islam meluruskan keimanan dan aqidah mereka yang tidak bisa disamakan dengan semua jenismakhluk di dunia ini. Di sini peran vital Islam memberikan pemahaman tentang tauhid yang bukan hanya sekedar tebatas pada pengesaan Tuhan, tapi juga kemanusiaan yang kemudian diwujudkan dalam bentuk persamaan dan keadilan.
b. Sosial
Masyarakat Arab mempunyai sifat keras dan perilaku yang kasar, namun hal in tidak disesalkan karena ini dipengaruhi oleh faktor geografis negaranya yang bertanah tandus, berdebu, berpasir dan berbatu. Masyarakat Arab dikenal sebagai mayarakat Jahiliyah dikarenakan mereka memiliki moral yang rendah. Walau tidak semuanya, namun kepala sukulah yang memiliki muru’ah.
Nabi mengadopsi strategi yang dimiliki masyarakat Arab yang mana strategi tersebut terdiri dari lima pasukan inti, yaitu al-Muqaddam (pasukan pembawa bendera), al-Mamanah (sayap kanan), al-Maisarah (sayap kiri), al-saqaya (pasukan pembawa obat-obatan serta sukarelawan), dan al-Qalb (pasukan inti). Strategi ini digunakan Nabi SAW dalam melakukan peperangan melawan orang-orang kafir Quraisy.
Mereka juga memiliki fanatis terhadap suku yang sangat tinggi sehingga kesenjangan perekonomian pun nampak sangat mencolok. Selain itu juga, dikalangan mereka terdapat tradisi penguburan anak perempuan hidup-hidup pada beberapa suku. Mereka pun menganut tradisi perkawinan mut’ah, zawaq, istibda, khadn, mutadamidah, badal, syighar, maq, saby, hamba sahaya, antar saudara lelaki dan saudara wanitanya atau ayah dan putrinya, atau suami istri.
Walaupun begitu, tidak semua kondisi sosial Arab itu jelek, hanya saja ada beberapa yang perlu diperbaiki khususnya pada tatanan hidup sosialnya. Karena itu Islam datang kebiasaan mengubur anak perempuan hidup-hidup, tradisi perkawinan yang sama sekali tidak menghargai perempuan serta perlakuan yang tidak manusiawi terhadap budak-budak, Islam mengarahkan masyarakat Arab tentang kemanusiaan dan memberika world view yang luas tentang keberagamaan, kesamaan dan penghargaan terhadap gender. Konkritnya Islam mengajarkan agar memiliki istri maksimal empat, itupun jika sang suami dapat berbuat adil. Perlu diketahui bahwa dalam konteks sekarang sangat perlu tafsiran yang baru dan disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang berkembang saat ini.

Pos-pos Terbaru