Pembahasan Pengertian Patahan Terlengkap

Pembahasan Pengertian Patahan Terlengkap

Pembahasan Pengertian Patahan Terlengkap

Pembahasan Pengertian Patahan Terlengkap
Pembahasan Pengertian Patahan Terlengkap

Patahan merupakan retakan pada kulit bumi yang memindahkan batauan ke bagian sisi retakan. Sebuah retakan yang tidak disertai dengan gerakan disebut joint. Patahan terjadi dalam skala yang panjang, berjarak dari milimeter sampai ribuan kilometer. Skala patahan yang besar dari pergerakan lempeng tektonik dapat mengubah ukuran setiap benua menjadi bentuk-bentuk kecil.

Patahan Terbentuk

Sebuah patahan terbentuk karena adanya karena adanya tekanan dalam kulit bumi. Tekanan tersebut berupa sebuah kekuatan, seperti mengocok atau merentangkan sesuatu yang mampu mengubah bentuk sebuah ojek. Ketika sebuah benda ditekan, benda tersebut akan merespon dalam tiga cara.Yaitu cara pertama dapat mengubah bentuk secara elastis (melebar atau mengerut), artinya apabila tekanan dilepaskan maka bentuk material akan kembali ke bentuknya semula. Cara kedua sebuah benda dapat berubah bentuk tidak elastis, yang berarti bahwa ketika tekanan dilepaskan, bentuk benda tersebut akan tetap, seperti bentuk awal dan tidak mengalami perubahan bentuk. Cara ketiga, penekanan pada benda dapat mengakibatkan kerusakan atau pecah ke dalam beberapa keping.

Kebanyakan, material-material yang kompak, seperti batuan, terbentuk secara elastis di bawah tekanan yang kecil. Material keras (ductile) merupakan jenis material yang di bentuk secara inelastik di bawah tekanan sedang dan akan pecah di bawah tekanan yang lebih besar. Material rapuh (brittle) dapat pecah menjadi keping-keping kecil atau tidak berbentuk elastis. Batuan cenderung menjadi material keras ketika berada dalam kondisi dingin dan menjadi lebih rapuh ketika berada dalam kondisi panas. Batuan juga akan berubah menjadi menjadi lebih rapuh ketika batuan berada dalam tekanan. Alasannya, kebanyakan batuan keras berada dekat dengan permukaan bumi di mana panas dan tekanan kecil, serta batuan menjadi lebih rapuh di kedalaman bumi. Di bawah kedalaman ini, kebanyakan batuan menekuk dan melipat apabila di tekan.

Batuan bisa dibedakan ke dalam tiga jenis tekanan, yaitu pemanasan, penekanan, dan pencukuran. Pemanasan akan mendorong batuan saling menjauh satu sama lain. Penekanan akan mengocok batuan, mendorong, dan batuan saling mendekat. Pencukuran menekan batuan kearah samping.

Terminologi dan Klasifikasi

Dua sisi sebuah patahan dipisahkan oleh dataran patahan. Dua jenis istilah digunakan untuk menjelaskan mengenai arah dataran patahan atau posisi dari kerak. Istilah tersebut dikenal dengan strike dan dip. Strike menjelaskan mengenai arah dataran patahan dalam istilah arah kompas. Dip dapat dijelaskan bagaimana datarn patahan turun secara bertingkat ke dalam tanah. Sudut dip bervariasi mulai dari 0 derajat untuk patahan horizontal dan 90 derajat untuk patahan vertikal.

Ahli geologi

juga tertarik untuk mengetahui sejauh mana dua sisi patahan bergerak sepanjang patahan. Total jarak relatif patahan yang bergerak di antara dua sisi disebut net slip. Net slip terdiri atas bantalan yang diukur sepanjang arah tumbukan dan sepanjang arah dip dataran patahan. Jarak tumbukan bantalan adalah gerakan horizontal yang diukur melalui arah tumbukan. Jarak bantalan turunan diukur melalui arah turunan. Jarak bantalan turunan hampir sama dengan throw, yaitu gerakan vertikal sepanjang patahan.

Apabila dip bersudut 90 derajat, salah satu sisi patahannya akan menggantung pada patahan lainnya. sisi yang menggantung pada dataran patahan disebut dinding menggantung (hanging wall) dan salah satu sisi yang terbentang pada dataran patahan disebut footwall, Ketika dinding menggantung dipindahkan ke bawah footwall, patahan dikenal sebagai patahan normal. Beberapa jenis patahan diasosiasikan dengan tegangan kerak dan wilayah penyajian di mana kerak dikerutkan. Biasanya kedua hal tersebut berada pada batas lempeng divergen di mana dua lempeng kerak saling menjauh.

Footwall

Ketika dinding menggantung dipindahkan di atas footwall, patahan di sebut patahan balik apabila dip tersebut berarah horizontal, dalam kasus ini di sebut dengan patahan rebah. kedua jenis patahan ini di asosiasikan dengan pengerutan kerak dan wilayah yang di sajikan di mana patahan menjadi semakin pendek. Umumnya, batas lempeng konvergen berada di mana dua lempeng kerak bertumbukan. patahan yang mendorong batuan yang lebih muda berada di atas batuan yang lebih tua.

Ketika net slip berarah horizontal (dengan tidak adanya komponen Vertikal), patahan dikenal dengan patahan strike-slip karena jaringan diletakkan paralel dengan arah tumbukan. Beberapa patahan diasosiasikan dengan pengerutan kerak. Pada umumnya berada pada batas lempeng peralihan di mana dua lempeng kerak saling berpisah. Patahan San Andreas (San Andreas Fault) di Kalifornia merupakan contoh dari patahan strike- slip yang terjadi pada batas peralihan di mana lempeng Amerika Utara menumbuk lempeng Pasifik. Apabila menghadapi patahan strike-slip, blok yang berada di sebelah kanan patahan dikenal dengan patahan lateral kanan. Jika blok terletak di sebelah kiri, patahan tersebut dikenal dengan patahan lateral kiri. Sebuah patahan gabungan dari beberapa gerakan sepanjang strike dan sepanjang dip dikenal dengan patahan bantalan oblik.

Sumber: https://www.studinews.co.id/