Memandikan jenazah

Juni 17, 2020 by Tidak ada Komentar

  1. Memandikan jenazah

Memandikan jenazah

Setiap orang muslim yang meninggal dunia harus dimandikan, dikafani dan dishalatkan terlebih dahulu sebelum dikuburkan terkecuali bagi orang-orang yang mati syahid. Hukum memandikan jenazah orang muslim menurut jumhur ulama adalah fardhu kifayah. Artinya, kewajiban ini dibebankan kepada seluruh mukallaf di tempat itu, tetapi jika telah dilakukan oleh sebagian orang maka gugurlah kewajiban seluruh mukallaf. Adapun dalil yang menjelaskan kewajiban memandikan jenazah ini terdapat dalam sebuah hadits Rasulullah saw. Yakninya:

عن ا بن عبا س ا ن ا لنبي صلى ا لله عليه و سلم قا ل: فى ا لذ ي سقط عن ر ا حلته فما ت ا غسلو ه بما ء و سد ر (رواه ا لبخرو مسلم)

“dari Ibnu Abbas, bahwasanya Nabi SAW telah tentang orang yang jatuh dari kendaraannya lalu mati, “mandikanlah air dan daun bidara.” (H.R Bukhari dan Muslim)

Syarat bagi orang yang memanddikan jenazah:

  1. Muslim, berakal, dan baligh
  2. Berniat memandikan jenazah
  3. Jujur dan sholeh
  4. Terpercaya, amanah, mengetahui hukum memandikan mayat dan memandikan sebagaimana yang diajarkan sunnah serta mampu menutup aib si mayat.

Mayat yang wajib dimandikan:

  1. Mayat seorang muslim bukan kafir
  2. bukan bayi yang keguguran dan jika lahir dalam keadaan sudah meninggaltidak dimandikan
  3. ada sebagian tubuh mayat yang dapat dimandikan
  4. bukan mayat yang mati syahid (mati dalam peperangan untuk membela agama Allah)[4]

sumber :
https://belantaraindonesia.org/seva-mobil-bekas/