Mahasiwa di Taiwan Keluhkan Magang Tak Sesuai Jurusan

Mahasiwa di Taiwan Keluhkan Magang Tak Sesuai Jurusan

Mahasiwa di Taiwan Keluhkan Magang Tak Sesuai Jurusan

Mahasiwa di Taiwan Keluhkan Magang Tak Sesuai Jurusan
Mahasiwa di Taiwan Keluhkan Magang Tak Sesuai Jurusan

Setelah sepekan ramai pemberitaan beban magang, mahasiswa Indonesia

di Taiwan mengadakan pertemuan dengan Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei. Dalam pertemuan tersebut disampaikan keluhan mahasiswa. Di antaranya magang yang tidak sesuai dengan jurusan kuliahnya.

Pertemuan yang menghadirkan sekitar 20 mahasiswa Indonesia dari segenap penjuru Taiwan itu digelar Sabtu lalu (5/1). Pertemuan berlangsung mulai pukul 15.00 hingga 22.00 waktu setempat. “Dalam pertemuan ini, mahasiswa menyampaikan apa yang mereka alami,” kata Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di Taiwan Sutarsis kemarin (7/1).

Sutarsis ditemui Jawa Pos di tengah kegiatan studi laboratorium S-3-nya

di National Chiao Tung University. Ditemani Ketua PPI Hsinchu Albert Budi Christian, dia menjelaskan perkembangan terkini terkait persoalan program kuliah-magang mahasiswa Indonesia di Taiwan.

Permasalahan mahasiswa program Industry-Academia Collaboration itu, tegas Sutarsis, bukan mengada-ngada. Memang benar-benar terjadi. Dia memiliki datanya. Baik itu berdasar pengaduan maupun rekaman videonya. Sayang, untuk keamanan si mahasiswa peserta program, dia tidak bersedia video tersebut dirilis.

Dari video yang dia tunjukkan, ada mahasiswa yang bekerja

menurunkan seperti kemasan kertas dari sebuah mobil bak terbuka. Tumpukan kertas itu kemudian ditarik untuk masuk ke sebuah mesin berjalan. Pekerjaan tersebut sama sekali tidak sesuai atau linier dengan latar belakang studi mahasiswa itu. Sebab, mahasiswa tersebut sedang menempuh kuliah teknik.

Ada pula contoh lain, yakni mahasiswa informatika yang magang sebagai pengemas jarum suntik. Menurut pria asal Surabaya itu, adanya kegiatan magang yang sama sekali tidak sesuai dengan jurusan yang ditempuh harus diperbaiki. Apalagi, kegiatan magang tersebut memiliki bobot SKS yang besar.

Rata-rata mahasiswa yang mengambil program kuliah sarjana sambil magang dibebani SKS sebanyak 144 dan 128 SKS untuk program diploma tiga. Nah, dari jumlah tersebut, separo lebih beban SKS dikonversi dalam kegiatan magang. Sisanya (36 SKS) untuk teori dan 29 SKS untuk praktik di kampus.

Anehnya, ada kampus yang membiarkan mahasiswa asal Indonesia magang tidak sesuai dengan bidang kuliahnya.

 

 

Baca Juga :