Lingkungan Pendidikan

Lingkungan Pendidikan

Lingkungan Pendidikan

Lingkungan Pendidikan
Lingkungan Pendidikan

Lingkungan adalah

semua makhluk yang yang berada dalam alam (dunia) ini, yang hidup ( biotik) maupun yang tidak hidup (abiotik) yang mempengaruhi perilaku, pertumbuhan dan perkembanagn proses kehidupan manusia, termasuk kegiatan pendidikan. Lingkungan hidup manusia dapat dibedakan menjadi lingkungan alam dan lingkungan sosial. Lingkungan alam adalah segala sesuatu atau benda diluar manusia yang berada di alam dunia ini, seperti batu, rumah, tumbuh – tumbuhan, hewan, iklim, siang dan malam,dsb. Lngkungan sosial adalah semua manusia atau orang lain yang berinteraksi dengan diri kita baik langsung maupun tidak langsung yang salinh mempengaruhi antara manusia yang satu dengan yang lainnya. Dalam interaksinya itu manusia mempengaruhi lingkungan dan sebaliknya manusia pun dipengaruhi lingkungan sekitarnya. Agar terjadi keseimbangan dan keselarasan dalam interaksinya dengan lingkungan manusia perlu melakukan penyesuaian (adaptasi).

 

Dilihat dari tempat berlangsungnya kegiatan pendidikan

Nampak bahwa ketiga jalur pendidikan tersebut menggambarkan adaya tiga jenis lingkungan tempat berlangsungnya pendidikan, yaitu pendidikan informal yang biasanya berlangsung pada lingkungan keluarga. Lingkungan pendidikan formal yang biasanya berlangsung dalam dunia persekolahan, dan lingkungan pendidikan non formal yang umumnya berlangsung di masyarakat diluar system persekolahan. Dalam system pendidikan nasional ketiga jenis lingkungan pendidikan tersebut bermuara pada sebuah tujuan nasional yakni “ dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan kualitas manusia Indonesia dalam mewujudkan masyarakat yang maju, adil, dan makmur serta memungkinkan para warganya mengembangkan diri baik berkenaan dengan aspek jasmaninya maupun rohaniah berdasarkan pancasila dan undang-undang dasar 1945 “

 

Ki hajar dewantara mengungkapkan jenis lingkungan pendidikan

yang disebut tri pusat pendidikan yaitu alam keluarga, alam perguruan, dan alam pemuda. Berdasarkan tri pusat pendidikan itulah muncul konsep lingkungan pendidikan. Pedidikan yang terjadi dalam lingkungan keluarga berlangsung alamiah dan wajar, tidak ada aturan yang mengikat karena itu di sebut lingkungan pendidikan informal. Pendidikan yang terjadi dalam lingkungan sekolah adalah pendidikan yang dirancang sedemikian rupa secara terencana, dilaksanakan dengan berbagai aturan yang ketat, berjenjang, seleksi peserta didiknya ketat,seleksi pendidik (guru) juga ketat, da kegiatannya berlangsung secara berkeseinambungan, sehingga disebut lingkungan pendidikan formal.pendidikan yang berlangsung di masyarakat diprogramkam dalam aturan –aturan yang fleksibel dan lebih longgar dibandingkan dengan pendidikan sekolah, tidak selalu disyaratkan berjenjang dan berkesinambungan, sehingga disebut lingkungan pendidikan nonformal. Dalam Undang –undang no 20 tahun 2003 bahwa ketiga jalur pendidikan tersebut berfungsi sebagai wahana yang dilalui peserta didik untuk mengembangkan potensi diri dalam suatu proses pendidikan yang sesuai dengan pendidikan.

Pengertian  Lingkungan Pendidikan

Menurut Sartain (ahli psikologi Amerika), yang dimaksud lingkungan meliputi kondisi dan alam dunia ini yang dengan cara-cara tertentu mempengaruhi tingkah laku kita, pertumbuhan, perkembangan atau life processes.

Meskipun lingkungan tidak bertanggung jawab terhadap kedewasaan anak didik, namun merupakan faktor yang sangat menentukan yaitu pengaruhnya yang sangat besar terhadap anak didik, sebab bagaimanapun anak tinggal adlam satu lingkungan yang disadari atau tidak pasti akan mempengaruhi anak. Pada dasarnya lingkungan mencakup lingkungan fisik, lingkungan budaya, dan lingkungan sosial.

Lingkungan sekitar yang dengan sengaja digunakan sebagai alat dalam proses pendidikan(pakaian, keadaan rumah, alat permainan, buku-buku, alat peraga, dll) dinamakan lingkungan pendidikan.

Sumber : http://diana-ega-fst12.web.unair.ac.id/artikel_detail-243960-Umum-Sejarah%20BPUPKI.html