Lembaga Cyber Province, Jabar Koordinasi Dengan Lembaga Sandi Negara

Lembaga Cyber Province, Jabar Koordinasi Dengan Lembaga Sandi Negara

Lembaga Cyber Province, Jabar Koordinasi Dengan Lembaga Sandi Negara

 

Lembaga Cyber Province, Jabar Koordinasi Dengan Lembaga Sandi Negara

BANDUNG

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat Iwa Karniwa mengatakan, bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Lembaga Cyber dan Sandi Negara terkait pembentukan West Java Cyber Province.

Nantinya lembaga ini akan memberikan arahan dan bimbingan terkait lembaga cyber yang akan dibentuk Pemda Provinsi Jawa Barat.

Hal itu diungkapkan Iwa usai menghadiri acara peresmian Kantor Baru Kantor Berita Politik RMOL Jabar dan Hari Jadi RMOL Jabar ke-5 di Jl. Pratista No. 9, Antapani, Kota Bandung, Rabu (24/10/18).

“Kami pun juga sudah mencoba koordinasi dengan Pemerintah Pusat melalui Lembaga Cyber dan Sandi Negara, dan dari lembaga sandi negara juga akan membantu arahan dan bimbingan,” ujar Iwa.

Lebih lanjut

Iwa mengungkapkan bahwa dengan adanya lembaga ini, seluruh berita yang terkait dengan Jawa Barat akan bisa diantisipasi, bahkan diredam terlebih dahulu. Dengan begitu masyarakat akan mendapat informasi positif dan diharapkan Jawa Barat akan bersih atau terbebas dari berita hoax.

“Dengan demikian nanti seluruh berita-berita yang terkait dengan Jawa Barat akan diantisipasi, bahkan diredam sekaligus juga memberikan informasi yang positif kepada masyarakat,” paparnya.

Menurut Iwa

Untuk melindungi masyarakat dari berita yang tidak baik atau hoax, kita harus memiliki alat atau cara tertentu. Cara pertama, kerjasama dengan media. Kedua, membentuk lembaga cyber province.

“Alat yang pertama adalah kerjasama dengan seluruh media agar memberitakan yang baik dan benar,” jelas Iwa.

“Kedua, tentu kita juga punya alat nanti ada tim ataupun semacam lembaga untuk West Java Cyber Province,” sambungnya.

Sementara dalam sambutannya, Iwa menuturkan bahwa hoax bisa mengganggu stabilitas sosial politik khususnya di Provinsi Jawa Barat.

Berdasarkan data survey yang dilakukan oleh Mastel, pada 2017 lalu tentang wabah hoax nasional bahwa bentuk hoax yang paling sering diterima oleh masyarakat adalah dalam bentuk tulisan sebesar 62,1% dan diterima sebanyak 34,9% melalui situs web.

Kemudian jenis berita hoax yang paling sering diterima oleh masyarakat sebesar 91,8% terkait isu sosial dan politik, serta isu sara sebesar 88,6%.

Iwa berharap RMOL Jabar

Untuk itu, Iwa berharap RMOL Jabar memiliki peran kuat dalam mempengaruhi pikiran masyarakat Jawa Barat. Hal itu bisa dilakukan melalui komitmen kuat untuk mengedepankan kemajuan, kedewasaan, dan kecerdasan pola pikir masyarakat Jawa Barat.

“RMOL Jabar bisa ikut serta mendukung pendidikan kedewasaan politik kepada masyarakat, terutama dalam mengantisipasi berita bohong (hoax) dan black campaign,” tandasnya.

 

Artikel terkait: