Klaster Unggulan Daerah Angkat Potensi Komoditas Lokal

Agustus 15, 2019 by Tidak ada Komentar

Klaster Unggulan Daerah Angkat Potensi Komoditas Lokal

Klaster Unggulan Daerah Angkat Potensi Komoditas Lokal

Klaster Unggulan Daerah Angkat Potensi Komoditas Lokal

Pemerintah melalui Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi

(Kemristekdikti) sejak tahun 2017 serius menggarap pengembangan klaster unggulan daerah yang menggali kekayaan lokal menjadi bernilai tambah dengan iptek dan inovasi.

Dari 16 kegiatan klaster, hingga kini ada tujuh klaster yang dibina secara intensif dan diberi pendanaan hingga kelak menghasilkan produk. Tujuh daerah yang mendapatkan insentif implementasi klaster inovasi adalah Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dengan atsiri nilam, Sulawesi Selatan kopi dan gula aren, Bangka Belitung dengan lada putih, Maluku Utara atsiri pala, Nusa Tenggara Barat madu trigona dan Sulawesi Tenggara dengan kakao.

Direktur Jenderal Penguatan Inovasi Kemristekdikti, Jumain Appe, mengatakan, implementasi klaster inovasi berbasis produk unggulan daerah adalah upaya mewujudkan pembangunan berbasis kolaboratif di daerah. Para aktor inovasi harus bersinergi dan berbagi peran sesuai kompetensi masing-masing.

“Perguruan tinggi sebagai penghasil inovasi teknologi dan sumber daya manusia

terampil harus mampu menciptakan invensi dan produk inovasi yang dibutuhkan dunia usaha atau industri dan masyarakat,” kata Jumain Appe, di Jakarta, Jumat (3/5/2019).

Di samping itu, pemerintah daerah selaku penggerak inovasi (innovation-driven) di daerah berperan sebagai lokomotif pertumbuhan investasi bisnis dan menciptakan iklim usaha yang kondusif. Begitupun dengan dunia usaha atau industri dapat membuka jaringan, difusi teknologi, penetrasi pasar produk dan menciptakan iklim bisnis yang sehat sesuai etika bisnis. Selain itu, juga mendorong peran komunitas baik sebagai produsen maupun pihak pemakai barang dan jasa atau output ekonomi.

Direktur Sistem Inovasi Kemristekdikti, Ophirtus Sumule, menjelaskan, dengan terbangunnya industri dan unit bisnis pusat unggulan daerah diharapkan akan mengisi dan melengkapi konten pengembangan kawasan sains dan teknologi KST serta menjadi penunjang pembangunan klaster industri di daerah.

Menurut Sumule, implementasi klaster inovasi berbasis produk unggulan daerah m

erupakan strategi penguatan inovasi untuk membawa produk unggulan daerah yang lebih kompetitif di pasar domestik dan mancanegara.

“Tiap klaster kita danai antara Rp 200 juta hingga Rp 700 juta di tahun 2019. Klaster ini didampingi dari hulu hingga produksi dengan teknologi yang dikembangkan,” ucap Sumule.

Sumule berharap, berbagai komoditas potensial ini bisa menjadi kebanggaan nasional dan bernilai tambah saat masuk pasar ekspor.

“Semua berbasis kekayaan yang kita miliki. Dulu kita dijajah karena lada, pala, cengkeh. Komoditas itu yang bentuk budaya kita. Saat

 

Baca Juga :