Kemampuan Guru Untuk Menulis di Maluku Kurang

Kemampuan Guru Untuk Menulis di Maluku Kurang

Kemampuan Guru Untuk Menulis di Maluku Kurang

Kemampuan Guru Untuk Menulis di Maluku Kurang
Kemampuan Guru Untuk Menulis di Maluku Kurang

Program Gerakan Maluku Gemar Membaca (GMGM) bertujuan menggerakan kembali

gemar membaca dikalangan sekolah. Take linenya adalah untuk guru dan siswa bagaiman membangkitkan gemar membaca.

Demikian keterangan Drs. Gatot Sihabuddin Kepala Bagian Kepegawaian dan Umum Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku kepada Tribun-Maluku.com di Ambon, Selasa (12/4).

Dikatakan, gemar membaca bisa diartikan dalam segi yang luas artinya tahun

lalu programnya mengapresiasi kemampuan siswa dan guru untuk menulis tulisan-tulisan seperti metodologi pembelajaran untuk guru, sedangkan untuk siswa menyangkut cerita rakyat dan masyarakat umum.

Dengan demikian pihak kabupaten/kota bisa mengadopsi program ini agar ada kesinambungan program antara provinsi dan kabupaten/kota,‚ÄĚharapnya.

Untuk tahun 2016 GMGM take linenya difokuskan untuk guru-guru di kabupaten dalam bentuk pemberian penghargaan dan guru yang mendapat penghargaan itu fersi siswa. Artinya siswa akan menilai gurunya sendiri sebagai guru faforit/teladan di kabupaten tersebut.

Hasil GMGM take line tahun lalu yaitu dapat mencetak buku Cerita Rakyat Maluku

dan Essay Pendidikan masing-masing 10 ribu buah buku, yang sudah disalurkan ke kabupaten/kota di Maluku.

Diharapkan, pihak sekolah membangkitkan gemar membaca dikalangan siswanya namun ternyata ada banyak sekolah yang belum memiliki sumber-sumber pembelajaran seperti perpustakaan sekolah, dan itu menjadi tanggungjawab pihak kabupaten/kota setempat.

Kabupaten Buru dan Maluku Tenggara Barat sudah mampu mengadopsi program GMGM dalam bentuk programnya, sedangkan kabupaten/kota yang lain belum.

Dikatakan, GMGM dicanangkan saat Maluku pada kondisi terpuruk di bidang pendidikan dan setelah diurai, salah satu penyebabnya adalah ketidakmampuan guru dalam menulis, dan tingkat pertisipasi dalam membaca sangat kurang.(TM02)

 

Sumber :

https://sorastudio.id/sejarah-jepang/