Kecolongan Perempuan Bercadar, UIN Jogja Lakukan Moratorium

Kecolongan Perempuan Bercadar, UIN Jogja Lakukan Moratorium

Kecolongan Perempuan Bercadar, UIN Jogja Lakukan Moratorium

Kecolongan Perempuan Bercadar, UIN Jogja Lakukan Moratorium
Kecolongan Perempuan Bercadar, UIN Jogja Lakukan Moratorium

Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta melakukan pendataan terhadap mahasiswi

yang bercadar tertanggal sejak 20 hingga 28 Februari mendatang. Hal ini dilakukan guna mengantisipasi adanya aliran-aliran tertentu yang masuk berkegiatan di dalam kampus.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama UIN Sunan Kalijaga Waryono mengatakan, merasa kecolongan setelah pada kejadian belum ada sebulan ini, viral sekitar 30 orang perempuan bercadar berfoto di lingkungan masjid kampus.

Atas hal itu kemudian Rektor mengeluarkan surat kepada Direktur Pascasarjana, Dekan Fakultas, dan Kepala Unit/Lembaga untuk menegakkan aturan tata tertib (tatib) kampus yang selama ini sudah ada.

“Belum lama sekitar seminggu lalu (kejadiannya). (Surat itu) konteksnya menegakkan konstitusi kampus yang selama ini sudah ada dan ditandatangani oleh mahasiswa yang mau masuk ke UIN,” katanya dikonfirmasi wartawan, Kamis (22/2).

Surat seperti ini, menurutnya sudah dikeluarkan untuk yang kedua kalinya. Sebelumnya juga sudah pernah ada penegakan

aturan yang sama. Karena ada yang membentangkan sebuah bendera organisasi yang dilarang oleh pemerintah. “Jadi untuk mengantisipasi jangan sampai aliran-aliran yang tidak diinginkan masuk,” ucapnya.

Pihaknya juga masih melakukan pendalaman terhadap temuan foto viral tersebut. Ia mengaku telah kecolongan adanya aktivitas di sekitar lingkungan masjid.

Pihaknya juga akan melakukan suatu moratorium bersama pengurus masjid dalam berkegiatan di sana

. “Masih perlu pendalaman. Jadi itu kegiatannya (perempuan bercadar berfoto di lingkungan masjid) saat semua sedang Jumatan. Nanti kami akan membuat moratorium berkegiatan di masjid,” ucapnya.

Ia juga menegaskan, ini bukan untuk memberikan stigma negatif terhadap perempuan bercadar. Namun sebatas menegakkan aturan yang selama ini telah ada. “Ilustrasi gambarnya pun sudah ada (pakaian mana yang boleh digunakan saat akan masuk UIN),” ucap dia.

 

Baca Juga :