Karakteristik Ekonomi Islam

Agustus 6, 2020 by Tidak ada Komentar

Karakteristik Ekonomi IslamKarakteristik Ekonomi Islam

Di antara sifat dan karakteristik ekonomi Islam sebagai berikut:

  1. Ekonomi Islam adalah ekonomi ilahi/rabbani.

             Maksudnya adalah Allah SWT sebagai pembuatnya, sehingga dasar-dasarnya bersifat tetap dan tidak dapat dirubah atau ditukar seiring dengan peribahan zaman dan umat. Akan tetapi, pada bagian cabangnya tidak dilarang adanya interfensi manusia melalui ijtihad demi kemaslahatan umum. Karena ekonomi Islam bertumpu pada kaedah fiqih (syariat Islam dibina atas kemudahan dan mengangkat kesukaran), dan berdasarkan firman Allah SWT [4](Allah tidak menjadikan kesukaran untukmu dalam agama) {al-Hajj:78}.

  1. Ekonomi Islam adalah ekonomi akhlaqi.

             Maksudnya adalah seorang muslim harus menghiasi dirinya dengan sifat-sifat terpuji yang diajarkan dalam al-Qur’an dan Sunah dalam setiap muamalahnya, diantaranya:

  1. Sifat amanah dan jujur dalam setiap muamalah dan interaksi. Dari Sa’id al-Khudri, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda:“pedagang yang amanah dan jujur bersama para Nabi, orang-orang jujur dan para syuhada”.
  2. Memperhatikan yang halal dan yang haram dalam melaksanakan aktifitas ekonomi, dengan melakukan apa yang dihalalkan dan menjauhi apa  yang diharamkan. Allah SWT berfirman,(dan Allah telaah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba) {al-Baqarah:275}.
  1. Ekonomi Islam adalah ekonomi waqi’i.

             Ekonomi Islam bersifat riil bukan khayalan, ekonomi Islam memiliki tujuan dan arah yang jelas karena prinsipnya selaras dengan realita manusia. Dalam pandangan Islam, manusia harus bersandar pada kemungkinan dan zuruf lingkungannya, dan manusia tidak dibebani dengan apa yang tidak dapat mereka sanggupi. Dalam al-Qur’an dijelaskan, [5](Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya) {al-Baqarah:286}.

  1. Ekonomi Islam adalah ekonomi syamil (universal).

             Ekonomi Islam tidak hanya mementingkan aspek materi, tetapi menjangkau aspek ma’nawi, spiritual dan akhlak serta mencakup seluruh kebutuhan manusia. Ekonomi Islam berusaha mengadakan kebutuhan pokok manusia seperti makanan, minuman, tempat tinggal, pendidikan, kesehatan, kebebasan dan kebutuhan lainnya dengan tetap menjaga hak-hak individu dan umum.

 

Sumber :

https://tribunbatam.co.id/