Islam dan Hak Asasi Manusia

Mei 17, 2020 by Tidak ada Komentar

Islam dan Hak Asasi Manusia

Islam adalah ajaran pertama yang mangakui hak asasi manusia di tengah kegelapan dan perbudakan dunia. Islam menjadikan itu sebagai prinsip nilai akidah, yang ia memuliakan manusia dan memberikan kepadanya kebebasan dan kemuliaan hidup. Maka ia pun menghormati darah, harga diri, dan harta bendanya. Ia tidak memaksa orang untuk beragama atau berkeyakinan apapun, namun sekedar menuntun. Ia menghargai pilihan, pikiran dan pengetahuannya.

Meskipun Islam tidak menetapkan piagam secara khusus tentang hak-hak asasi manusia, namun Al Quranul Karim dan Sunah Nabawiyah memberikan fokus terhadap hak-hak asasi, yang di kalangan umat lain telah dihancurkan. Teks-teks dalil yang membicarakan hal ini hampir tidak bisa dihitung karena sangat banyak.

Dengan demikian, seluruh manusia setara adanya. Tidak ada keistimewaan apapun bagi sebagian atas sebagian yang lain. lelaki tidak istimewa karena kelelakiannya. Perempuan juga tidak istimewa karena kepermpuanannya. Demikian juga perbedaan warna kulit, ras, bangsa, kekayaan, dan sederet atribut lainnya, tidak menyebabkan keistimewaan pada seseorang, kecuali karena ketakwaannya.

Rasulullah SAW bersabda, “Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Tuhan kalian adalah satu, tidak ada keistimewaan bagi orang Arab atas orang ajam, tidak ada keistimewaan bagi orang ajam atas orang Arab, tidak ada keistimewaan atas kulit merah, tidak ada keistimewaan bagi orang kulit merah atas kulit hitam, kecuali karena ketakwaannya. Sesungguhnya, orang yang paling mulia di antara kalian adalah yang paling bertakwa.”


 

BAB 11

PENUTUP

11.1 Kesimpulan

Studi islam merupakan ilmu keislaman mendasar. Dengan studi ini, pemeluknya mengetahui dan menetapkan ukuran ilmu, iman dan amal perbuatan kepada allah swt. Diketahui pula bahwa islam sebagai agama yang memiliki banyak dimensi yaitu mulai dari dimensi keimanan, akal fikiran, politik ekonomi, ilmu pengetahuan dan teknologi lingkungan hidup, dan masih banyak lagi yang lainnya. Untuk memahami berbagai dimensi ajaran islam tersebut jelas memerlukan berbagai pendekatan (historis, teologis, antropologis, dll) yang digali dari berbagai disiplin ilmu (tasawuf, fiqh, filsafat dan kalam). Selama ini islam banyak dipahami dari segi teologis dan normative.

sumber :