Hal-hal yang harus dipersiapkan sebelum memandikan jenazah

Juni 17, 2020 by Tidak ada Komentar

  1. Hal-hal yang harus dipersiapkan sebelum memandikan jenazah

Siapkan terlebih dahulu segala sesuatu yang dibutuhkan untuk keperluan mandinya, sepert:

  1. tempat memandikan pada ruangan tertutup.
  2. ember, gayung, dan air.
  3. kapas.
  4. kapur barus.
  5. daun bidara/ sidr.
  6. kaos tangan dan sarung tangan kain sesuai dengan jumlah petugas yang memandikan.
  7. Kain penutup mayat 5-6.
  8. Handuk.
  9. Sabun (lebih baik cair), shampoo, cutton buds.
  10. Minyak wangi.
  11. Tempat sampah untuk membuang kotoran
  12. Kafan yang menyesuaikan keadaan dan jenis kelamin jenazah.

Sebelum memandikan jenazah ada baiknya kita memenuhi aturan sebelum memandikan jenazah yaitu:

  1. a)Mengikat kepala mayit.
  2. b)Meletakkan kedua tangan diaatas perut (seperti orang yang melakukan shalat).
  3. c)Mengikat dan menyatukan persendian lutut.
  4. d)Menyatukan kedua ibu jari kaki.
  5. e)Menghadpkan mayyit kearah kiblat.
  1. Tatacara memandikan jenazah

  1. Pada mulanya kita sediakan air sebanyak mungkin, air kapur barus, dan sabun, kain. Kemudian lakukan bacaan niat, ketentuan bacaan niat yaitu:

1)      Jika mayat laki-laki dewasa, lafadz niatnya adalah:

(Nawaitul ghusla lihaadzal mayyit fardhal kifaayati lillaahita’ala).

2)      Jika mayat perempuan dewasa:

(Nawaitul ghusla lihaadzal mayyitati fardhal kifaayati lillaahita’ala)

3)      Jika mayat kanak-kanak laki-laki:

(Nawaitul ghusla lihaadzal mayyit tifli fardhal kifaayati lillahita’ala)

4)      Jika mayat kanak-kanak perempuan:

(Nawaitul ghusla lihaadzal mayyit tiflati fardhal kifaayati lillahita’ala)

  1. Tinggikan kepala jenazah agar air tidak mengalir kearah kepala. Masukkan jari tangan yang telah dibalut dengan kain basah ke mulut jenazah, gosok giginya dan bersihkan hidungnya, kemudian siramkan.
  2. Siramkan air kesebelah kanan dahulu kemudian kesebelah kiri tubuh jenazah.
  3. Setelah itu dudukkan mayit dan tekan-tekan perut, agar kotoran dalam perut keluar. Dan bersihkan dubur mayit dengan niat istinja’ bagi mayit. Bacaan niat: nawaitul istinjaa-i minal mayyit frdhan ‘alayya lillahita’ala. Dan ketika membersihkan “auratnya”, hendaklah tangan orang yang memandikan dilapisi dengan kain, karena menyentuh aurat itu hukumnya haram.
  4. Kemudian ambilkan wudhu bagi simayit, dengan bacaan niat: (nawaitul wudhu-a lihaadzal mayyit lillaahita’ala).
  5. Setelah itu hendaklah dimandikan tiga kali dengan air sabun atau dengan air bidara, dengan memulainya bagian yang kanan. Dan seandainya tiga kali tidak cukup, misalnya belum bersih maka hendaklah dilebihinya menjadi lima atau tujuh kali. Rasulullah SAW bersabda:

اغسلنهاوتراًّ :ثلاثاً او خمسًا او سبعا : اواكثر من ذلك ان رايتنّ

“mandikanlah jenazah-jenazah itu secara (hitungan) ganjil, tiga, lima, tujuh kali. Atau boleh lebih jika kau pandang perlu”.

  1. Jika telah selesai memandikan mayat, hendaklah tubuhnya dikeringkan dengan kain atau handuk yang bersih, agar kain kafannya tidak basah, lalu ditaruh, diatas minyak wangi.
    tetapi kalau mayit meninggal ketika sedang ihram, maka harus dimandikan seperti biasa tanpa dikenai kafur atau lainnya yang berbau harum.

sumber :
https://hopalleybrew.com/seva-mobil-bekas/