Epididymis

Juni 3, 2020 by Tidak ada Komentar

Epididymis

Epididymis merupakan pipa panjang dan berkelok–kelok yang menghubungkan vasa eferensia pada testis dengan ductus deferens. Epididymis mempunyai empat fungsi utama, yaitu pengangkutan, penyimpanan, pemasakan, dan pengentalan (konsentrasi) sperma (Frandson, 1992). Atas dasar criteria histologi, histokimia dan ultrastruktur, epididymis dapat dibagi dalam beberapa segmen. Penyebaran dan jumlahnya khas untuk tiap spesies. Secara umum, bagian proksimal dari epididymis (kepala dan badan) berperan dalam proses pemasakan spermatozoa, sedangkan bagian ekor epididymis berperan dalam penyimpanan spermatozoa.

Di daerah ini 45% spermatozoa disimpan. Spermatozoa yang meninggalkan testis, selain belum mampu bergerak dan bersifat tidak fertil, berbeda dengan spermatozoa yang telah melalui epididymis yang telah memiliki sifat mampu bergerak dan fertil. Selama persinggahan dalam duktus epididimidis, spermatozoa mengalami serangkaian perubahan morfologik dan fungsional yang mengarah pada pemilikan kapasitas pembuahan menjelang mencapai ekor epididymis. Perubahan status fungsional spermatozoa tercermin dalam :

  1. perkembangan motilitas progresif,
  2. modifikasi proses metabolisme,
  3. perubahan sifat permukaan membran plasma, aktivitas ikatan molekul pada selaput yang diperlukan untuk pengenalan proses selama pembuahan,
  4. stabilisasi membran plasma melalui oksidasi pada gugus sulfhidril yang terkait,
  5. gerakan ke arah ekor dan akhirnya kehilangan tetes sitoplasma, yaitu sisa sitoplasma spermatid. Setelah masak, spermatozoa dewasa disimpan dalam ekor epididymis untuk jangka waktu lama, lebih lama daripada bila disimpan dalam suhu yang sama secarain vitro (Dellmann, 1992).

Spermatozoa di dalam Epididymis mengalami beberapa proses pematangan, seperti mendapat kemampuan untuk bergerak. Epididymis merupakan saluran reproduksi yang amat penting, karena saluran sangat menentukan kemampuan fertilitas sperma yang dihasilkan. Adapun fungsi pokok Epididymis adalah alat transfor, pendewasaan, penimbunan sperma dan sekresi cairan Epididymis. Sperma melewati Epididymis berkisar antara 9 sampai 13 hari yang dialirkan oleh cairan testis, aktivitas silia epitel dari duktus deferens dan oleh kontraksi otot dinding saluran Epididymis. Bagian cauda epididymis nampaknya merupakan organ khusus untuk penimbunan sperma , karena sekitar 75% dari total sperma Epididymis berada dibagian ini dan kondisi lingkungannya memberikan kemampuan fertilitas yang lebih tinggi dibanding dibagian lain. Sperma yang berasal dari bagian cauda Epididymis memberikan persentase kebuntingan 63% dan lebih tinggi dibanding sperma yang berasal dari bagian caput Epididymis yang hanya 33,33% (Soeroso dan duma, 2012).

sumber :

https://apkmod.co.id/gb-whatsapp-apk/