Definisi Abdul Fattah Al-Qadhi (w. 1403 H)

Mei 18, 2020 by Tidak ada Komentar

Definisi Abdul Fattah Al-Qadhi (w. 1403 H)

“Ilmu untuk mengetahui bagaimana mengucapkan kata-kata quraniyah, teknik melakukannya baik yang disepakati atau yang tidak disepakati, dengan menunjukkan setiap wajah kepada pembawanya”.

Dari beberapa definisi di atas,bisa kita rangkum menjadi satu bahwa ilmu qiraat adalah bagain dari ilmu-ilmu Al-Quran yang sedemikian luas, namun yang terkait dengan hal-hal berikut :

  • Bagaimana teknik membunyikan (melafadzkan) bacaan Al-Quran
  • Bagaimana teknik menuliskan bacaan Al-Quran
  • Hal-hal yang disepakati periwayatannya dan yang tidak disepakati
  • Merujukkan setiap teknis itu kepada para ulama ahli yang meriwayatkannya
  • Membedakan mana yang mutawatir dan mana yang syadz.

Yang menarik untuk kita bahas dari deskripsi para ulama di atas terkait dengan apa yang selama ini kita alami adalah bahwa adanya begitu banyak corak dan ragam dalam membunyikan setiap kata atau lafadz di dalam Al-Quran. Suatu hal yang kita umumnya sebagai orang awam agak kurang peduli bahkan kurang tahu tentang hal itu.

  1. Macam-Macam Qira’at

a.Qira’at dari segi kuantitas

  1. Qira’ah Sab’ah (qira’ah tujuh). Maksud sab’ah adalah imam-iman qira’at yang tujuh. Mereka adalah :

1)Abdullah bin Katsir Ad- Dari (w. 120. H.) dari Makkah. Ad-Dari termasuk generasi tabi’in.

2)Nafi’ bin ‘Abrurrahman bin Abu Na’im (w. 169 H) dari Madinah.

3)Abdullah Al-Yahshibi, terkenal dengan sebutan Abu ’Amir Ad-Dimasyqi (w. 118 H) dari Syam.

  1. Qira’at ‘Asyarah (qira’at sepuluh). Yang dimaksud qiraat sepuluh adalah qira’at tujuh yang telah disebutkan diatas ditambah dengan tiga qira’at berikut:

1.Yazid bin Al-Qa’qa Al-Makhzumi Al-Madani.

2.Ya’qub bin Ishaq bin Yazid bin Abdullah bin Abu Ishaq Al-Hadhrami Al-Bashri (117-205 H).

  1. Abu Muhammad Khalaf bin Hisyam bin Tsa’lab Al-Bazzaz Al-Baghdadi (w.229).
  2. Qira’at ‘Arba’at Asyrah ( qira’at empat belas). Yang dimaksud qiraat empat belas adalah qira’at sepuluh yang telah disebutkan diatas ditambah dengan empat qira’at sebagai berikut :
  3. As-Hasan Al-Bashri (w. 110 H).
  4. Muhammad bin ‘Abdirrahman, yang terkenal dengan nama Ibn Mahishan (w. 123 H).
  5. Yahya’bin Al-Mubarak Al-Yazidi An-Nahwi As-Baghdadi (202 H).
  6. Abu Al-Farj Muhammad bin Ahmad Asy-Syanbudz (w. 388 H).

sumber :

https://superhackemail.com/tahu-bulat-apk/