Faktor dan unsur pembentuk terciptanya kerukunan Nilai dan norma Dalam kehidupan berkeluarga, beragama, berbudaya, berbangsa dan bernegara, terdapat sitem nilai Read More

Cakupan Kerukunan Kerukunan dalam Keluarga Keluarga berasal dari bahasa Sansekerta: kula dan warga “kulawarga” yang berarti “anggota” “kelompok kerabat”. Keluarga Read More

Konsumsi dan tabungan Konsumsi adalah pengeluaran total untuk memperoleh barang-barang dan jasa dalam suatu perekonomian dalam jangka waktu tertentu (biasanya Read More

Pengertian-Pengertian Dasar Tentang Gerak Sejarah Gerak sejarah adalah suatu alur yang menggambarkan bagaimana jalannya proses sejarah, yakni berupa suatu pola Read More

Depresi dan Bunuh Diri Remaja dan orang dewasa lebih berpotensi untuk terkena depresi mayor dibanding anak anak, terutama pada usia Read More

Masalah Psikologi dan Sosio-Emosional Pada Remaja Penyimpangan Remaja Mussen dkk, mendefinisikan penyimpangan remaja sebagai perilaku yang melanggar hukum atau kejahatan Read More

Hubungan Teman Sebaya yang Penting pada Masa Remaja Pertemanan Pada kebanyakan anak, menjadi populer diantara teman sebaya mereka adalah motivator Read More

Parameter Kimia a) Karbon Dioksida (CO2) Karbon dioksida pada dasarnya bukan merupakan tipe yang mempengaruhi Kontaminan udara dalam ruangan, namun CO2 tetap diukur untuk menilai sistem ventilasi gedung serta mengetahui kontrol yang tepat untuk ventilasi pada ruang yang memiliki aktivitas yang bervariasi dalam rangka investigasi kualias udala dalam ruangan. Konsentrasi karbondioksida dalam atmosfer yang tidak tercemar sekitar 0.03% tetpai 5 % udara yang kita keluarkan adalah karbondioksida, sehingga bila kita berada dalam ruangan  yang ventilasinya kurang baik, menyebabkan kenaikan CO2 dalam ruangan (Pudjiastuti 1998). Sumber CO2 yang terbanyak berasal dari hasil ekshalasi udara hasil pernapasan manusia, namun Environmental Tobacco Smoke (ETS) juga dapat menjadi sumber CO2. Nila ambang batas CO2 yang diperbolehkan menurut OSHA adalah 500 ppm. Pada dasarnya CO2 tidak menimbulkan efek kesehatan yang berbahaya apabila berada pada konsentrasi di atas 550 ppm namun jika berada pada konsentrasi di atas 800 ppm, CO2 dapat mengindikasikan kurangnya udara segar dan buruknya percampuran udara pada area pengguna gedung. Upaya pengendalian CO2 dalam ruangan adalah dengan menyesuaikan supply udara dalam ruangan tergantung dari tingkat kegunaan ruang yang bervariasu, selain itu sirkulasi udara dalam ruangan dengan luar ruangan juga harus ditingkatkan (Binardi, 2003). Pos-pos Terbaru Parameter Kimia Parameter Biologi  Kelembaban Relatif (Relative Humadity Pilihan Epoxy Lantai Terpercaya Menghias Simpel Ruangan

Parameter Biologi Mikrooragbisme dapat muncul dalam waktu dan tempat yang berbeda.penyebaran lewat udara, mikroorganisme harus mempunyai habitt untuk tumbuh dan berkembang biak (tillman, 2007). Seringkali ditemui tumbuh pada sistem ventilaasi atau karpet yang terkontaminasi. a) Jamur Menurut Hargreaves dan Parappukkaran (1999) menyatakan bahwa pajajan terhadap khamir dan kapang terjadi setiap hari, namun ada 3 faktor yang mempengaruhi populasi fungi adalah teknik konstruksi yang buruk, kegagalan dalam mengidentifikasi atau memperbaiki kerusakan air, kesalahan dalam mengoperasikan dan menjaga sistem AC. ACGIH 1989 merekomendasikan inspeksi secara rutin bagi sumber yang berpotensi terhadap tumbuhnya mikroorganisme. Fungi merupakan organnisme yang dipercaya memiliki keterkaitan erat dengan SBS pada sistem ventilasi mekanik di gedung perkantoran di kota Sydney. Dalam penelitian sampel udara untuk mengetahui kandungan mikroorganisme dalam suatu gedung, dibutuhkan metode yang terstandarisasi. Rekomendasi yang terbaik bagi gedung adalah tidak ada satupun sampel yang melebihi 1000 CFU, tidak lebih dari 5 sampel yang jumlah mikroorganisme melebihi 100 CFU, dan tidak ada kelompok microbial pathogen yang tercacat. b) Bakteri Selain, jamur bakteri juga merupakan makhluk hidup yang tidak  kasat mata, dan dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan serta efek deteriorasi bagi gedung apabila tumbuh dan berkembang biak pada lingkungan indoor. Gangguan kesehatan yang muncul dapat bervariasi tergantung dari jenis dan rute pajanan. Bakteri dalam gedung datang dari sumber luar serta dapat memberi pengaruh bagi manusia seperti bernafas, batuk, bersin. Selain itu, bakteri juga didapat pada sistem coolong towers(seperti Legionella).  Bahan bangunan dan funiture, wallapaper, dan karpet lantai. Didalam gedung, bakteri tumbuh dalam standing water tempat water spary dan kondensasi AC. Sumber : https://desaingrafis.co.id/

Kelembaban Relatif (Relative Humadity /RH) Kelembaban udara yang ekstrim dapat berkaitan dengan buruknya kualitas udara .RH yang rendah dapat mengakibatkan terjadinya gejala SBS seperti iritasi mata,iritasi tenggorokan dan batuk-batuk .Selain itu rendahnya kelembaban relatif juga dapat meningkatkan kerentanan terhadap penyakit infeksi ,serta penyakit asthma.RH juga merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kelangsungan hidup mikroorganisme.Beberapa jenis virus hidup pada tingkat kelembababan yang sedang.Sedangkan bakteri seperti legionella hidup pada range kelembaban yang terbatas yaitu sekitar 55%-65% dan bertahan dalam bentuk aerosol ( bioaerosol).Selain itu kelangsungan hidup mikroorganisme dan debu rumah yang terdapat pada permukaan akan meningkat pada RH 60 % dan dapat menyebabakan gangguan pernafasan seperti astma.Pada tingkat  kelembaban yang rendah ,permukaan yang menjadi dingin dapat mempercepatan pertumbuhan jamur dan penggumpulan debu.(BiNardi 2003) Menurut SK Gubernur No.54 tahun 2008 tahun 2002,agar ruang kerja perkantoran memenuhi persyaratan ,bila kelembaban udara ruang . 60 % perlu menggunakan alat dehumidifier,dan bila < 40 % perlu menggunakan humidifer misalnya mesin pembentikan aerasol. d) Pencahayaan Cahaya merupakan pencaran gelombang elektromagnetik yang melayang melewati udara,iluminasi mrupakan jumlah atau kualitas cahaya yang jatuh kesuatu permukaan.Apabila suatu gedung tingkat ilmunasinya tidak memenuhi syarat maka dapat menyebabkan kelelahan mata. ( Spengler et al.2000) e) Kecepatan Aliran Udara Pergerakan udara yang tinggi akan mengakibatkan menurunnya suhu tubuh dan menyebabkan tubuh mersakan suhu yang yang lebih rendah.Namun apabila kecepatan aliran udara stagnan ( minimal air movement) dapat membuat terasa sesak dan buruknya kualiatas udara ( BiNardi 2003) f) Bau Bau merupakana salah satu permsalaha buruknya kualitas udara yang dapat dirasakan dengan jelas.jenis bau dapat berasal dari tubuh manusia,bau asap rokok,bau masakan,dan sebagainya.Selain itu bau zat kimia yang khas juga dapat mengindikasikan konsentrasi zat kimia yang tinggi seperyti bau formaldehyde,acrolein,formid acid,acetic,acid dan acetone.Untuk polutan lain,nilai ambang bau yang baik adalah apabila pada konsentrasi tertentu menimbulkan gangguan kesehatan serta mempengaruhi psikologis seseorang.(BiNardi 2003) Sumber : https://businessnews.id/