cara sukses ternak bebek petelur 

Juli 2, 2020 by Tidak ada Komentar

1. Kalkulasi modal ternak bebek petelur

Saat ingin memulai usaha ternak yang berhubungan dengan bebek petelur, kalkulasikan semua modal yang dibutuhkan dengan perkiraan untuk menjalankan usaha selama 3-6 bulan diawal. Umumnya, hal-hal yang perlu dihitung dalam kalkulasi modal, yaitu:
  • Jumlah bibit bebek yang ingin dibeli untuk diternak
  • Luas lahan yang akan digunakan untuk beternak lengkap dengan perlengkapan ternaknya
  • Bahan dan alat yang akan digunakan untuk pemeliharaan ternak, dan lainnya
Setelah mengkalkulasi modal yang dibutuhkan, pikirkan cara perolehan modal yang akan digunakan untuk usaha diawal. Jika Anda memilih melakukan pinjaman bank, pastikan Anda sudah paham agunan yang harus diberikan, hitungan bunga angsuran yang perlu dibayar per bulan, dan resiko pertanggungjawaban yang perlu diberikan apabila pembayaran angsuran modal mengalami keterlambatan.
2. Seleksi bibit bebek petelur
Saat Anda memutuskan memelihara bebek petelur, hasil ternak akan didapat dalam waktu 2-3 bulan setelah peternakan dimulai. Namun demikian, agar hasil yang didapat sempurna, seleksi bibit yang akan dikembangbiakkan perlu dilakukan dengan metode berikut:
  1. Telur tetasan benar-benar diambil dari induk bebek yang bebas penyakit dan jelas berkualitas.
  2. Memelihara induk bebek petelur baik yang jantan maupun betina untuk memberikan anakan yang berkualitas.
  3. Hanya membeli bebek jenis DOC (day old duck) yang bebas dari infeksi bakteri maupun penyakit.
Selain memperhatikan hal-hal diatas saat seleksi bibit, perhatikan pula jenis bibit bebek petelur yang akan dikembangbiakkan. Seperti:
  • Bebek Lokal. Bebek ini umumnya memiliki paruh yang ujungnya berwarna terang dengan warna bulu putih polos dan selaput kaki kuning.
  • Bebek Mojosari. Bebek ini umumnya memiliki paruh dan kaki selaput berwarna hitam pekat.
  • Bebek Alabio. Ciri khas Bebek ini adalah badan yang lebih besar dibanding jenis bebek lainnya dan kualitas telur yang baik.
  • Bebek Asahan. Bebek jenis ini tergolong itik jenis persilangan yang memiliki bulu berwarna coklat atau putih.
3. Model pemberian pakan
Bebek petelur perlu diberi makan yang bergizi agar nantinya telur yang dihasilkan berkualitas. Untuk pola pemberian makan perlu disesuaikan dengan beberapa hal, seperti umur bebek, jenis campuran pakan yang digunakan, kondisi cuaca di sekeliling kandang, waktu pemberian makanan, dan beberapa hal lainnya.
4. Jenis pakan
Cara sukses ternak bebek petelur berikutnya bergantung pada jenis pakan yang diberikan pada bebek petelur. Umumnya, Anda akan mendapat hasil terbaik saat ada cukup banyak protein dan mineral yang masuk kedalam tubuh induk bebek petelur. Jenis pakan yang bisa diberikan pada bebek petelur milik pribadi, antaralain keong, ikan rucah, jagung, bungkil kedelai dan kacang hijau.
5. Pilihan kandang dan proses pemeliharaan

 

Saat memilih kandang untuk bebek petelur, perhatikan beberapa hal, seperti:
  • Lokasi kandang yang jauh dari keramaian dan polusi udara tinggi,
  • Posisi kandang yang dekat dengan sumber air dan terjaga kebersihannya,
  • Model kandang yang terletak tidak jauh dari rumah dengan pengawasan intensif.
  • Suhu area kandang yang perlu dibuat sekitar 350C dan tingkat kelembaban kandang yang mencapai 60%
6. Vaksinasi dan pemeliharan kesehatan ternak
Agar kualitas telur yang dihasilkan dapat terjaga dengan baik, lakukan vaksinasi dan perawatan berkala agar  bebek terhindar dari beragam jenis penyakit. Umumnya sumber penyakit yang bisa berakibat fatal untuk telur  bebek adalah penyakit cacing dan lumpuh.  
7. Prosedur pasca panen
Setelah Anda berhasil memanen telur bebek yang berkualitas, ada beberapa hal yang tetap harus diperhatikan, terutama masalah kebersihan kandang, aturan kelembaban kandang bebek petelur, dan hal lainnya. Hal tersebut perlu dilakukan agar jeda waktu yang diperlukan bebek untuk kembali bertelur tidak terlalu lama dan produk telur yang dihasilkan bebas hama penyakit.