Cara Menghitung GNP

Mei 15, 2020 by Tidak ada Komentar

Cara Menghitung GNP

         Secara teoretis, penghitungan GNP dilakukan dengan tiga cara, yakni sebagai berikut:

  1. Pendekatan produksi (production approach)

Cara ini menghasilkan gross national product atau GNP

  1. Pendekatan pendapatan (income approach)

Cara ini menghasilkan gross national income atau GNI

  1. Pendekatan pengeluaran (expenditure approach)

Cara ini menghasilkan gross national expenditure atau GNE

Ketiga cara di atas sesuai dengan definisi yang menyebutkan bahwa pendapatan = produk = pengeluaran yang sudah kita kenal sebelum ini. Sesuai dengan definisi tersebut, ketiga pendekatan di atas akan menghasilkan nilai yang sama dengan. Perkataan lain GNP = GNI = BNE. Tidak hanya itu, penggunaan ketiga istilah tersebut boleh saling dipertukarkan karena memang senantiasa memberikan pengertian yang sama. Ketiga pendekatan di atas diterangkan secara berturut-turut berikut ini bagiannya:

  1. a)Sector-sektor GNP

Sesuai dengan namanya, yang dihitung dalam hal ini adalah nilai pasar produk, baik barang maupun jasa. Dalam praktiknya, produk itu dihitung berdasarkan sektor yang menghasilkannya. Dewasa ini telah disepakati untuk menggunakan sebelas sektor penghasilan produk itu. Sebagai berikut :

  1. Sektor  pertanian
  2. Sektor pertambangan
  3. Sektor industry
  4. Sektor bangunan
  5. Sektor perdagangan
  6. Sektor listerik, gas dan air minum
  7. Sektor bank lembaga keuangan lainnya
  8. Sektor penghubungan dan telekomunikasi
  9. Sektor pemerintahan dan hankam
  10. Sektor sewa rumah
  11. Sektor jasa-jasa lainnya.

Barang dan jasa yang dihasilkan selama tahun di masing-masing sektor tersebut dijumlahkan, dan hasilnya adalah GNP.

  1. b)Unsur-unsur GNP

Unsure-unsur GNI itu adalah sebagai berikut:

  1. Wages and salaries (upah dan gaji), merupakan balas jasa untuk faktor produksi tenaga kerja.
  2. Interest (bunga), merupakan balas jasa untuk faktor produksi modal.
  3. Rent (sewa), adalah balas jasa untuk faktor produksi sumber daya alam.
  4. Profit atau lada adalah unsur pendapatan yang keempat.
  5. Indirect business tax (pajak tidak langsung perusahaan), yakni pajak yang dikenakan kepada perusahaan, namun perusahaan memasukkan nilai pajak itu ke dalam harga output yang dijualnya sehingga akibatnya mempertinggi harga jual.
  6. Depreciation (penyusutan atau penghapusan barang-barang modal), yakni istilah yang dipakai untuk menerapkan besarnya kesusutan (keausan) yang dialami oleh barang-barang modal karena dipakai selama setahun[4].

sumber :

https://www.disdikbud.lampungprov.go.id/projec2014/seva-mobil-bekas/