Antara Fakta dan Mitos Kuliah di Belanda

Antara Fakta dan Mitos Kuliah di Belanda

Antara Fakta dan Mitos Kuliah di Belanda

Antara Fakta dan Mitos Kuliah di Belanda
Antara Fakta dan Mitos Kuliah di Belanda

Di antara negara jujukan menimba ilmu di luar negeri, Belanda

menjadi salah stau primadona bagi pelajar Indonesia. Namun, jika Anda membayangkan kuliah di Belanda itu seperti film Negeri Van Oranje, maka ada baiknya Anda buang angan-angan itu.

Kuliah di Belanda itu seperti merasakan segelas cappuccino hangat di musim hujan, perpaduan antara espresso yang pahit dan susu mewakili bilik-bilik keindahan di sela-sela pengalaman menempah diri. Mahasiswa S2 jurusan Innovation Management TU Eindhoven, Belanda Hatta Bagus Himawan mengungkapkan bagaimana kenyataan kuliah di Belanda. “Ada fakta dan mitosnya,” ungkapnya lantas tertawa.

Alumnus Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya tersebut mengungkapkan,

di Belanda, khususnya di Technische Universiteit atau kalau di Indonesia adalah institute, perkuliahan dilakukan per-kuartil. Pada umumnya dalam satu kuartal (tiga bulan), para mahasiswa mengambil tiga mata kuliah yang berbobot total 15 ECTS.

Satu ECTS sendiri berarti 25 jam studi, berarti selama tiga bulan para mahasiswa harus meluangkan waktu selama 375 jam untuk belajar. ’’Di sini, jangan berharap pada minggu pertama adalah relax week. Sebaliknya pada minggu pertama, kita dituntut langsung benar-benar belajar,’’ papar Hatta yang merupakan awardee LPDP tersebut.

Tugas-tugas dan projek akhir langsung diumumkan dan pada saat itu juga langsung disuruh membuat kelompok kerja. Begitulah orang Belanda yang sangat disiplin soal waktu.

Sehingga jadwal-jadwal deadline juga sudah diumumkan. Secara bersamaan, mahasiwa

juga harus memperhintungkan kapan jadwal ujian akhir kuartal. Jadi jika salah persiapan sedikit saja, maka jadwal perkuliahan pasti akan kacau dan pasti berdampak ke jadwal perkuliahan selanjutnya. ’’Gaya belajar yang dipakai di Indonesia dengan sistem kebut semalam bisa saya pastikan tidak bisa diterapkan disini. Karena kita dituntut hafal dan faham terhadap suatu mata pelajaran,’’ imbuhnya.

Jadi, semuanya jelas perlu persiapan dengan matang. Kemampuan saja tidak cukup tanpa kerja keras. ’’Jangan percaya dengan cerita film Negeri van Oranje yang berisikan jalan-jalan, makan, bersenang-senang dan tentu dibumbuhi romansa, karena realitanya tidak demikian,’’ ungkapnya.

Jangan percaya dengan foto mahasiswa jalan, karena dibalik itu semua terdapat pengorbanan tidak membelanjakan uang untuk sekedar jajan makanan. Jangan percaya dengan senyum keceriaan mereka, karena dibelakang itu ada rasa lega setelah lepas ujian dan mengerjakan tugas kuliah yang secara ajaib bisa diselesaikan. (*)

 

Sumber :

https://activerain.com/profile/danuaji